
Pelatih Red Sparks Koh Hee-jin memberikan instruksi saat melawan Pink Spider, Rabu (2/4). (Yonhap)
JawaPos.com – Red Sparks kembali menelan kekalahan dalam laga kedua final V-League 2024–2025. Kali ini lebih menyakitkan.
Setelah unggul dua set, mereka disapu balik oleh Heungkuk Life Insurance lewat reverse sweep dramatis 2-3 (25-23, 25-18, 22-25, 12-25, 12-15), pada laga yang digelar Rabu (2/4) malam di Samsan World Gymnasium, Incheon.
Kekalahan ini membuat Red Sparks tertinggal 0-2 di seri best-of-five. Jika kalah di gim ketiga pada Kamis (4/4) di Daejeon, maka peluang mereka merebut gelar juara musim ini akan musnah.
Namun pelatih Koh Hee-jin tak hanya bicara soal skor. Ia mengakui timnya memang tak mampu menahan keperkasaan Kim Yeon-koung di set penentuan.
“Hari ini kami benar-benar menyuguhkan pertandingan yang layak disebut final. Tapi di set kelima, Kim Yeon-koung luar biasa. Itu mungkin penampilan terbaiknya dalam tiga tahun terakhir saya melatih,” ucap Koh seperti dikutip Yonhap.
Kim Yeon-koung mencetak 22 poin dalam laga ini, dan 18 di antaranya datang di tiga set terakhir. Di set kelima saja, pemain senior berusia 38 tahun itu mencetak 6 poin penting yang menutup kemenangan timnya.
Bahkan di set ketiga, ia sempat memimpin tim dalam torehan lima poin beruntun lewat servis tajam.
“Sudut dan timing serangannya di set kelima benar-benar tak terbendung,” ujar Koh. “Saya tidak bisa menyuruh Megawati atau Jung Ho-young untuk menghentikannya. Mereka sudah berusaha, tapi levelnya memang beda.”
Red Sparks bukan tanpa perlawanan. Mereka membuka dua set pertama dengan penuh semangat, hasil dari permainan kolektif yang dipimpin Megawati dan Bukilic. Namun setelah set ketiga, intensitas permainan menurun drastis. Koh menyebut faktor utama adalah kelelahan ekstrem dan cedera pemain.
“Setelah set ketiga, tenaga kami habis. Serangan mulai tumpul, dan penerimaan servis makin lemah,” jelasnya. “Pemain kami bertanding sambil menahan sakit. Bahkan ada yang harus disuntik pereda nyeri sebelum turun ke lapangan. Tapi mereka tidak pernah mengeluh. Itu luar biasa.”
Kini Red Sparks akan kembali ke rumah—Daejeon. Laga ketiga akan digelar Jumat (4/4), dan Koh sudah menegaskan bahwa mereka belum akan menyerah.
“Kami tidak akan membiarkan final ini berakhir dengan skor 0-3,” tegasnya. “Kami akan berusaha mati-matian untuk mengambil satu kemenangan, demi para fans, demi tim ini. Ini adalah final pertama kami dalam 13 tahun. Tak boleh berakhir dengan mudah.”
Red Sparks, yang dipimpin oleh bintang asal Jember, Megawati Hangestri, mungkin kini terpojok. Tapi dari semua pernyataan pelatih, satu hal terasa pasti: mereka akan kembali ke lapangan bukan hanya untuk bertanding, tapi untuk menunjukkan bahwa semangat tidak bisa dikalahkan.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
