Aksi pemukulan terjadi dalam pertandingan basket tingkat sekolah di Bogor. (Dok: Radar Bogor)
JawaPos.com - Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) bukan hanya menghukum pemain yang melakukan aksi pemukulan dalam turnamen basket antarpelajar di Bogor. Asisten pelatih tim pelaku juga dapat sanksi berat.
DPP Perbasi telah menjatuhkan hukuman berat kepada RCS, siswa SMP Mardi Waluya Cibinong yang viral karena melakukan aksi pemukulan dalam turnamen bertajuk SDH Basketball Cup 2025. Tepatnya dalam duel melawan SMP 1 Kota Bogor.
Dalam video yang viral dan beredar di media sosial, RCS yang mengenakan jersey abu-abu dengan nomor 13, terlihat memukul kepala salah satu pemain SMP 1 Kota Bogor yang mengenakan jersey putih bernomor punggung 52.
Tindakan itu kadung viral dan menjadi pembicaraan hangat di kalangan penggemar olahraga, khususnya basket di Indonesia. Banyak yang mengecam dengan tindakan sang atlet.
Atlet basket SMP Mardi Waluya Cibinong pun telah dapat hukuman berat dari Perbasi Kota Bogor. Yakni berupa skorsing atau larangan bertanding dalam turnamen Kota Bogor selama setahun.
DPP Perbasi kemudian meningkatkan hukumannya dengan melarang RCS untuk bermain dalam turnamen basket apapun di seluruh Indonesia. Durasinya juga lebih lama, yakni dua tahun.
Hukuman itu diambil oleh DPP Perbasi setelah melakukan pendalaman dan penyelidikan yang melibatkan panitia pertandingan, badan legal dan segenap pengurus federasi.
Selain pemain, DPP Perbasi juga ternyata memberikan hukuman kepada AA, asisten pelatih SMP Mardi Waluya Cibinong. AA adalah sosok yang sempat mengaku-ngaku sebagai orang Perbasi saat meminta dan memaksa ke para atlet dan orang yang mengunggah video RCS.
Ketua Umum DPP Perbasi, Budisatrio Djiwandono menilai tindakan yang dilakukan oleh AA tak baik dan telah melakukan pelanggaran berat.
"Kami menemukan adanya oknum yang mengatasnamakan Perbasi, tetapi sebetulnya bukan. Yaitu seorang asisten pelatih dari SMP Mardi Waluyo Cibinong, AA, di mana saudara AA ini kami nilai melakukan pelanggaran yang sangat berat," kata Budisatrio dalam jumpa pers di Indonesia Arena, Minggu (23/2).
Ketua Umum Perbasi Budisatrio Djiwandono. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
"Pertama mengatasnamakan Perbasi, padahal bukan. Kedua, mencoba untuk menutup-nutupi kejadian kekerasan yang terjadi dengan mengancam anak-anak Untuk men-take down konten-konten yang mungkin sudah pada saat itu disebarkan," tambahnya.
Atas dasar itu, DPP Perbasi memberikan hukuman kepada AA berupa pembekuan lisensi kepelatihan. "Karena saudara AA ini merupakan pelatih berlisensi, kami DPP Perbasi memutuskan untuk membekukan lisensi kepelatihan yang dimiliki oleh Atar Andi Tarian itu selama 3 tahun seluruh kompetisi di Indonesia," jelas Budisatro.
Lebih lanjut Budisatrio mengaku prihatin dengan kejadian yang ada saat ini. Besar harapannya ke depan tak ada lagi insiden serupa.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
