Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Februari 2025 | 20.49 WIB

Dubai Duty Free Tennis Championship: Emma Raducanu Dihantui Pria Penguntit Dari Masa Lalu

Emma Raducanu diganggu oleh penguntit di Dubai Duty Free Tennis Championships. (People) - Image

Emma Raducanu diganggu oleh penguntit di Dubai Duty Free Tennis Championships. (People)

JawaPos.com - Pertandingan antara Emma Raducanu melawan petenis asal Ceko, Karolina Muchova diwarnai dengan pertandingan yang sempat dihentikan di tengah game kedua. Hal ini dikarenakan peristiwa yang dialami oleh Emma Raducanu. Berbagai sumber mengatakan bahwa Raducanu melihat sosok pria yang diduga sebagai penguntitnya.

Kasus Emma Raducanu ini bukan kali pertama terjadi di tahun 2025. Pada tahun 2022 lalu, seorang pria yang bernama Amrit Magar, 35 tahun, pernah dinyatakan bersalah atas tuduhan menguntit di pengadilan Bromley bulan Januari 2022 lalu. Amrit telah berjalan sejauh 23 mil ke rumah Raducanu di London dan kemudian mengambil sepatu ayahnya dan mengira itu milik Raducanu.

Amrit Magar menganggap bahwa sepatu itu adalah cinderamata dari Emma Raducanu. Dia kemudian telah dijatuhi perintah penahanan selama lima tahun dan dijatuhi hukuman pelayanan masyarakat.

Dilansir dari The Guardian, Amrit Magar ditangkap setelah ayah Raducanu, Ian, diberitahu oleh kamera bel pintu, yang menemukan sepatu latihannya telah dicuri dari teras rumah. Dalam sebuah pernyataan ke pengadilan, Raducanu, yang saat itu berusia 19 tahun, mengatakan bahwa peristiwa ini membuatnya merasa takut untuk keluar rumah sendirian.

“Karena hal ini saya merasa kebebasan saya telah direnggut. Saya terus-menerus melihat dari balik bahu saya. Saya merasa gelisah dan khawatir hal ini akan terjadi lagi. Saya tidak merasa aman di rumah saya sendiri, di mana seharusnya saya merasa paling aman,” ungkap Emma Raducanu dikutip dari The Guardian pada tahun 2022 lalu.

Jika ditelisik lagi melalui kejadian yang sempat menjadi headline berita di surat kabar media Inggris, kemungkinan besar Emma Raducanu melihat sosok Amrit Magar yang berada di baris depan penonton pertandingan. Karena, sebelumnya pada Senin (17/2), Emma Raducanu didekati di tempat umum oleh seorang pria yang menunjukkan perilaku tak wajar.

Dengan kejadian yang menimpa Emma Raducanu tersebut, di tengah pertandingan tersebut kemudian wasit atau umpire yang bertugas sempat memberhentikan pertandingan. Umpire kemudian meminta pihak keamanan untuk mengamankan pria yang berada di barisan depan penonton.

Individu yang sama teridentifikasi di beberapa baris pertama selama pertandingan Emma pada hari Selasa di Dubai Duty Free Tennis Championships dan kemudian dikeluarkan. Dia akan dilarang dari semua acara WTA sambil menunggu penilaian ancaman.

"Keamanan pemain adalah prioritas utama kami, dan turnamen disarankan untuk mengikuti praktik terbaik keamanan untuk acara olahraga internasional. WTA secara aktif bekerja sama dengan Emma dan timnya untuk memastikan kesehatannya dan memberikan dukungan yang diperlukan. Kami tetap berkomitmen untuk berkolaborasi dengan turnamen dan tim keamanan di seluruh dunia untuk menjaga lingkungan yang aman bagi semua pemain,” berikut bunyi pernyataan resmi yang dikutip dari media sosial WTA.

Pertandingan itu sempat tertunda selama beberapa menit dan Muchova menahan servisnya sendiri sebelum mematahkan servis Raducanu lagi untuk memimpin 4-0. Namun, pemenang AS Terbuka 2021 itu berhasil memulihkan ketenangannya dan bangkit pada game kelima dan sekali lagi pada game kesembilan untuk merebut set pembuka melalui tie-break.


Netizen di media sosial X yang mengetahui kejadian tersebut kemudian memberikan dukungan pada Emma Raducanu untuk bisa pulih dari kondisinya saat ini. “Saya berharap beberapa bintang tenis WTA besar keluar dan mengatakan beberapa patah kata untuk mendukung Emma Raducanu dalam hal keselamatan pemain,” cuit Chris Goldsmith.

Tindakan tegas dari WTA dan umpire pertandingan ini perlu diapresiasi karena menjadi pelindung bagi para atlet yang sedang fokus dalam berkompetisi. Keselamatan para atlet dari gangguan pihak eksternal perlu dinetralisir dengan segala cara, apalagi sudah menjadi ancaman bagi kehidupan pribadi sang atlet.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore