Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Januari 2025 | 18.23 WIB

Ayrton Senna: Legenda Formula 1 yang Abadi dengan Warisan Prestasi dan Kejayaan di Lintasan

Ayrton Senna di dalam mobil McLaren MP4/4 musim 1988. (writeopinions.com)

JawaPos.com - Ayrton Senna da Silva adalah nama yang akan selalu abadi dalam dunia Formula 1. Pembalap asal Brasil ini dikenang sebagai salah satu talenta terbesar yang pernah dimiliki Formula1.

Tiga gelar juara dunia, 41 kemenangan Grand Prix, dan 65 pole position, membuktikan bahwa ia merupakan talenta besar yang pernah ada.

Senna adalah ikon yang menginspirasi generasi pembalap dan penggemar motorsport di seluruh dunia. Keberanian, dedikasi dan semangat juang yang luar biasa selalu ia tampilkan dalam setiap balapan

Warisan Senna bukan sekadar statistik. Gaya balap yang agresif, kemampuan di lintasan basah, dan sering membuat perbedaan di saat krusial menjadikannya legenda yang sulit dilupakan. 

Ayrton Senna merupakan Raja Monaco dengan rekor enam kali kemenangan di Circuit de Monte Carlo tersebut. Balapan ikoniknya pada saat Monaco Grand Prix 1984 bersama Toleman. Ia menampilkan gaya balap yang memukau di atas lintasan basah dengan meraih posisi kedua dalam balapan

Balapan-balapan seperti Monaco Grand Prix 1984 dan duel sengitnya dengan Alain Prost telah menjadi bagian dari cerita epik Formula 1.

Lebih dari itu, Senna juga dikenal dengan kepribadiannya yang dermawan di luar lintasan, salah satunya mendirikan yayasan amal untuk mendukung pendidikan anak-anak di Brasil. 

Hingga kini, nama Ayrton Senna tetap hidup dalam ingatan para penggemar, tidak hanya sebagai pembalap, tetapi juga sebagai manusia yang meninggalkan dampak mendalam dalam olahraga dan kehidupan.

Pria asal Brasil ini memulai kariernya di Toleman lalu ke Lotus, McLaren dan terakhir bersama Williams. 

Bagaimana perjalanan karier F1 Ayrton Senna? Simak dalam ulasan di bawah ini.

1. Toleman (1984)

Senna memulai kariernya dengan bergabung di tim Toleman pada musim 1984. Johnny Cecotto adalah rekan tim pertamanya selama di tim Toleman.

Bersama Toleman ia berhasil menjalani 16 balapan dengan perolehan satu podium saat Monaco Grand Prix 1984 di posisi kedua. Musim selanjutnya ia tidak meneruskan bersama Toleman, melainkan pindah ke tim Lotus.

2. Lotus (1985-1987)

Mencatatkan podium di musim perdananya membuat tim Lotus tertarik untuk merekrutnya. Pada musim perdananya ia dipasangkan dengan Elio de Angelis yang merupakan pembalap asal Italia.

Kemenangan perdananya juga ditorehkan bersama Lotus pada GP Portugal 1983. Kemenangan ini sekaligus menjadi raihan Grand Slam pertamanya selama berkarir di F1.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore