Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 September 2024 | 21.49 WIB

Mengintip Menu Makanan Favorit Pembalap MotoGP di MotoGP Mandalika 2024 yang Bikin Moncer

Michele Quarenghi, Kepala Koki tim Pertamina Enduro VR46 menyiapkan menu khusus untuk pembalapnya. (Instagram/@vr46racingteam) - Image

Michele Quarenghi, Kepala Koki tim Pertamina Enduro VR46 menyiapkan menu khusus untuk pembalapnya. (Instagram/@vr46racingteam)

JawaPos.com — Makanan yang dikonsumsi pembalap MotoGP tentu berbeda dari makanan yang biasa kita nikmati sehari-hari. Bahkan, rasanya bisa dibilang tidak akan cocok di lidah kebanyakan orang Indonesia.

Dalam ajang MotoGP Mandalika 2024, makanan para pembalap disesuaikan dengan kebutuhan fisik dan suhu di sekitar sirkuit. Michele Quarenghi, Kepala Koki tim Pertamina Enduro VR46, mengatakan menu ini dirancang khusus agar mendukung performa pembalap di lintasan.

Mike, sapaan akrab Michele Quarenghi, sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun memasak untuk tim balap, termasuk pernah bekerja dengan Valentino Rossi. Menurutnya, makanan untuk pembalap bukan hanya soal rasa, tapi lebih kepada asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh saat balapan.

"Menu makanan utama menyesuaikan kondisi suhu sirkuit. Kebutuhan asupan yang sesuai," jelas Mike yang tinggal di Bergamo, Italia.

Contohnya, Marco Bezzecchi, salah satu pembalap dari tim Pertamina Enduro VR46, yang lebih memilih nasi jenis beras Arborio dengan sayuran. Menu ini dianggap mampu memberikan energi yang cukup tanpa membuat perut terasa berat.

"Nasi jenis beras Arborio dan sayuran menu makan siang pas balap untuk Marco," ulas Mike.

Sementara itu, Fabio Di Giannantonio, rekan satu tim Marco, lebih memilih pasta tanpa bumbu dengan tambahan sedikit garam dan daging ayam. Menurut Mike, pasta sederhana ini membantu menjaga kestabilan perut selama balapan berlangsung.

"Kalau Fabio, pasta tanpa bumbu apapun dan daging ayam. Pasta ditambah sedikit garam," timpal Mike yang jadi koki untuk Valentino Rossi selama balap 20 tahun.

Mike menambahkan bahwa salah satu minuman yang dihindari para pembalap jelang balapan adalah kopi. Efek kafein dalam kopi dapat menyebabkan masalah pencernaan, yang tentunya tidak diinginkan saat harus berlaga di lintasan dengan kecepatan tinggi.

Sebagai kepala koki, Mike juga harus menyesuaikan menu dengan suhu di sekitar sirkuit. Suhu yang panas bisa memengaruhi pilihan makanan, sehingga asupan yang disiapkan harus benar-benar sesuai dengan kondisi fisik para pembalap.

Bukan hanya soal apa yang dimakan, waktu makan juga menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh tim koki. Makan terlalu dekat dengan waktu balapan bisa membuat perut kembung, sementara makan terlalu awal bisa menyebabkan kehabisan energi di tengah balapan.

Salah satu menu yang cukup unik dan jarang ditemui dalam makanan pembalap adalah sejenis makanan ringan yang mirip bakpau. Meski bentuknya seperti bakpau, rasa yang dihasilkan lebih mirip tahu dengan sentuhan asam.

Makanan ini ternyata sangat cocok di lidah pembalap, karena selain ringan, asamnya memberikan sensasi segar yang membantu menghilangkan rasa mual sebelum balapan. Menurut Mike, hal-hal kecil seperti ini sangat penting untuk menjaga mental dan fisik pembalap tetap prima.

Selama di Mandalika, para pembalap memang tidak banyak mencoba masakan lokal. Mereka lebih fokus pada menu yang sudah teruji bisa mendukung performa mereka di lintasan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore