Pembalap Pramac Racing Jorge Martin beraksi dalam ajang balap MotoGP Australia di Phillip Island Grand Prix Circuit, Phillip Island, Australia, Minggu (16/10/2022). ANTARA/REUTERS/Loren Elliott.
JawaPos.com – Dua kali ’’bertaruh” dengan ban soft, dua kali pula Jorge Martin gagal dengan strateginya itu. Sepekan lalu, di Sirkuit Mandalika, Martin gagal finis. Sementara kemarin pagi (WIB) di Phillip Island, rider Pramac Ducati itu ditelikung di lap terakhir karena ban belakangnya aus.
Ide awalnya adalah dengan memasang ban belakang soft, Martin akan menggeber motornya di lap-lap awal lomba untuk mendapatkan jarak sejauh-sejauhnya atas lawan-lawannya. Setelah itu, di lap-lap akhir tinggal menjaga ritme balapan sampai finis. Seperti diketahui, ban dengan permukaan lunak atau soft punya cengkeraman paling kuat pada permukaan aspal. Namun, kelemahannya adalah mudah aus.
Di GP Australia kemarin, pada awalnya, strategi Martin itu berjalan mulus. Martin terus memimpin di 26 dari 27 lap yang dilombakan. Bahkan, sempat menciptakan jarak lebih dari 3 detik sebagai pimpinan lomba. Tapi, mimpi buruk datang di enam lap terakhir. Waktu lapnya terus turun. Tentu saja karena bannya habis.
Petaka tiba di lap terakhir. Usai melibas tiga tikungan pertama, rombongan pembalap di belakangnya sudah sangat dekat. Di tikungan 4, Martin dengan mudah disalip tiga pembalap sekaligus, yakni Johann Zarco (Pramac Ducati), Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo), dan Fabio Di Giannantonio (Gresini Ducati).
’’Aku mulai merasakan kesulitan memacu motor di enam lap terakhir. Ban belakangku sudah habis. Dan pembalap-pembalap di belakangku terus mendekat,’’ aku Martin dilansir Crash.
Rekan setim Martin, Johann Zarco yang akhirnya meraih podium tertinggi. Itu sekaligus menjadi kemenangan perdana Zarco sejak menginjakkan kaki di balapan kelas para raja ini musim 2017. Dia merayakannya dengan selebrasi ikonik miliknya, yakni backflip.
Di Giannantonio, yang bakal kehilangan kursi balapnya di Gresini musim depan dan digantikan Marc Marquez, tampil mengejutkan dengan meraih podium ketiga. Sementara Bagnaia makin mengukuhkan posisinya di puncak klasemen setelah finis di runner-up.
Bagnaia kini sudah mengumpulkan 366 poin. Unggul 27 angka atas Martin di posisi kedua. Padahal, sebelum tiba di Australia, Martin hanya tertinggal 18 poin.
Bagnaia sadar betul bahwa pilihan ban Martin akan membuatnya kesulitan di akhir-akhir balapan. ’’Hari ini (kemarin, Red) faktor pentingnya adalah sabar dalam manajemen ban. Saat sadar Martin menggunakan ban belakang soft, aku menebak maksimal dia bisa berlari hanya sampai lap ke-19. Aku menanti itu, lantas menangkapnya,’’ jelas Bagnaia.
Zarco menyebut dirinya yakin bisa merangsek ke posisi depan sejak balapan memasuki lima lap terakhir. Di lap terakhir, dia sudah menduduki posisi kedua di belakang Martin. ’’Awalnya, aku ingin menyalip Jorge (Martin) di tikungan 6. Tapi jika aku melakukan itu, pembalap lain akan lebih dulu melakukannya. Jadi, aku mengambil keputusan untuk menyalipnya di tikungan 4,’’ jelas Zarco.
Balapan utama GP Australia dimajukan kemarin untuk menghindari cuaca buruk. Sprint race yang dijadwalkan berlangsung hari ini bisa dibatalkan jika cuaca benar-benar tidak bersahabat. ’’Aku harap kami tetap membalap besok (hari ini, Red),’’ ucap Martin.
Di Mandalika, Martin juga memilih strategi yang sama dengan memilih ban depan soft. Dia kemudian terjatuh di tikungan 11 saat memimpin balapan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
