
Marc Marquez dalam peluncuran Repsol Honda 2023 di Madrid, Rabu (22/2). MotoGP.com
JawaPos.com - Marc Marquez secara resmi telah mengumumkan kepindahannya ke Gresini musim depan di Mandalika kemarin (12/10).
Dia mengaku, keputusannya itu baru diambil setelah balapan MotoGP Jepang, 1 Oktober lalu.
Dalam perjalanannya, dia telah mempertimbangkan banyak hal. Tapi yang paling menarik adalah pengakuannya tentang masukan Pedrosa yang ikut berpengaruh pada keputusan akhirnya tersebut.
''Aku menelepon Pedrosa setelah balapan di Jepang,'' akunya dilansir GP One.
''Aku sedang di dalam ruanganku (kamar) setelah balapan. Apa yang kutanyakan ke dia? Aku tidak akan menjelaskannya di sini. Tapi, bisa ditanyakan ke dia (Pedrosa) jika dia mau menjawab.''
''Yang pasti, Pedrosa adalah rider yang bertahun-tahun membalap untuk HRC (Honda Racing Corporation). Apa yang dia katakan kepadaku? Tanya saja ke dia.''
''Tapi aku meminta nasihatnya. Tidak lebih dari apa yang harus aku lakukan? dan apa yang semestinya aku tidak lakukan. Karena dia, kini, menjadi pembalap dan rider uji di KTM.''
''Hubunganku dengan Pedrosa selalu baik.''
Seperti diketahui, Pedrosa menyatakan pensiun dari MotoGP pada akhir musim MotoGP 2018. Sepanjang karirnya di MotoGP sejak 2006, dia tidak pernah berganti tim. Hanya setia kepada Repsol Honda.
Namun, begitu memutuskan pensiun, Honda langsung "membuangnya". Mengetahui situasi itu, KTM langsung bergerak cepat untuk merekrutnya sebagai pembalap uji.
Hasilnya, motor KTM di MotoGP bisa tampil bersaing dengan Ducati saat ini. Keputusan Honda untuk tidak mempertahankan Pedrosa pada saat pensiun disayangkan banyak pihak.
Karena Pedrosa dikenal sebagai salah satu rider paling berpengalaman di grid MotoGP. Selain itu, dia tipe pembalap yang pendapat teknisnya terkait motor sangat presisi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
