
Ducati-Pramac French rider Johann Zarco rides during the first MotoGP free practice session of the Moto Grand Prix de Catalunya at the Circuit de Catalunya on June 4, 2021 in Montmelo on the outskirts of Barcelona. (Photo by LLUIS GENE / AFP)
JawaPos.com - Johann Zarco menegaskan, belum memilih apakah akan tetap di Pramac Ducati atau pindah ke LCR Honda di MotoGP musim depan.
Namun pembalap asal Prancis itu, menanggapi laporan bahwa ia akan meninggalkan Ducati dan bergabung dengan LCR Honda dengan menjawab akan membuat keputusan 'besok' (red: hari ini).
Ducati hanya menawarkan perpanjangan kontrak satu tahun di Pramac dan berharap bisa menggoda Zarco untuk pindah ke World Superbike musim berikutnya.
Sementara Honda menawarkan kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan hingga 2026.
"Kedua proposal itu cukup jelas. Honda menawarkan proyek yang bagus di MotoGP. Saya akan senang, dengan pengalaman saya, saya bisa memberikan informasi yang baik dan bekerja dengan baik untuk mengembangkan motor, setidaknya untuk 2 tahun.
''Karena saya juga memiliki opsi untuk tahun ketiga," jelas Zarco. "Ini akan menjadi proyek yang bagus di MotoGP.
"Dengan Ducati hanya satu tahun. Kemudian mereka sudah melihat saya di Superbike di musim berikutnya . Itu juga sebuah ide. Tapi selama saya bisa tampil di MotoGP, sulit untuk berpikir untuk turun ke Superbike.''
"Namun di sisi lain, di Superbike dan MotoGP, Ducati memiliki motor juara saat ini. Saya masih punya setengah musim untuk memenangkan balapan (di MotoGP). Tapi saya harus memutuskan proyek seperti apa yang akan saya jalani.''
"Saya akan memutuskannya besok karena, seperti yang saya katakan, kedua tawaran itu cukup jelas [dan sekarang] saya memiliki proposal yang jelas di tangan saya."
Menanggapi laporan di TV Prancis bahwa ia telah menerima tawaran Honda, Zarco menambahkan:
"Pengumuman pagi ini agak terlalu 'bla bla'. Saya sudah menerima tawarannya, artinya saya menerima Honda. Tapi saya hampir tidak berbicara dengan Campinoti, dengan Dall'Igna. Bahkan jika saya memiliki manajer, saya juga harus memiliki perasaan manusiawi dengan orang yang memberi saya kesempatan beberapa tahun yang lalu."
Saat ini, kursi balap Zarco di Pramac sedang diincar Marco Beezzecchi yang menginginkan motor Ducati terbaru musim depan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
