Jonatan Christie tampil apik saat menghadapi Kento Momota di babak pertama Australia Open 2023. (Antara)
JAKARTA – Belum adanya tunggal putra Indonesia yang tampil konsisten membuat tim pelatih harus memutar otak lebih keras. Terutama dalam menemukan formula yang tepat bagi masing-masing pemain ketika menghadapi lawan.
Asisten pelatih tunggal putra Harry Hartono mengatakan, taktik dan strategi selalu menjadi fokus pembahasan. Termasuk menguliti kelebihan dan kekurangan lawan sebelum pertandingan. ’’Cuma, di lapangan itu dibutuhkan keyakinan ekstra buat kalahkan lawan,’’ tuturnya kepada Jawa Pos.
Dia mencontohkan saat pemain harus menghadapi jagoan Denmark Viktor Axelsen. Baik Anthony Sinisuka Ginting, Chico Aura Dwi Wardoyo, maupun Jonatan Christie masih sulit mengalahkan juara Olimpiade Tokyo 2024 itu.
Saat pertandingan, terlihat secara teknik dan skill bermain sejatinya tidak terlalu jauh. Hanya, secara mental sudah keder duluan. Seperti yang terjadi pada Jojo –sapaan Jonatan– di final Japan Open pekan lalu. Dia terlihat sulit keluar dari tekanan. Akhirnya kalah dua game langsung 7-21, 18-21.
Kini, ketiga tunggal putra Indonesia tengah disiapkan secara intens untuk menghadapi kejuaraan dunia di Kopenhagen, Denmark, pada 21–28 Agustus. Target utamanya tetap meloloskan mereka ke Olimpiade Paris 2024.
Harry menegaskan tidak akan pilih kasih kepada para pemain untuk memberikan peluang lolos ke Olimpiade. ’’Untuk Chico ranking poin kejar-kejaran dengan Ginting dan Jonatan. Semua diberi hak yang sama. Tinggal bagaimana memanfaatkan kesempatan yang sudah diberikan,’’ ujarnya.
Di ganda putra, pelatih Herry Iman Pierngadi mengakui bahwa anak asuhnya belum konsisten. ’’Performa mereka saya ibaratkan masih seperti roller coaster,’’ ucapnya.
Juru taktik berjuluk Coach Naga Api itu mencontohkan Bagas Maulana/M. Shohibul Fikri yang pernah jadi juara All England ataupun Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yacob Rambitan yang juara Badminton Asia Championships.
Juga Leo Rolly Carnando/Daniel Marhin juara Indonesia Masters dan Thailand Masters. ’’Tetapi setelah itu, performa mereka berada di bawah. Sering kalah di babak-babak awal. Belum konsisten,’’ ujarnya.
Kini, setelah Australia Open, Herry menegaskan bakal menggenjot para pemain dari segi fisik dan kecepatan agar bisa maksimal di kejuaraan dunia. Dari sisi teknik, dia menyoroti servis harus lebih banyak variasi. ’’Memang persiapannya tidak panjang, mungkin sekitar 10 harian. Kami berpacu dengan waktu. Semoga saja persiapannya lancar dan hasilnya nanti juga bagus,’’ harapnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
