
Max Verstappen merayakan kemenangannya di balapan Formula 1 GP Austria, Minggu (2/7).
JawaPos.com - Penasihat Red Bull Helmut Marko mengungkap bahwa Max Verstappen menolak mematuhi team order yang diinstruksikan kepadanya pada balapan Formula 1 GP Austria.
''Pembangkangan'' itu terjadi menjelang pit stop terakhir pada dua lap menjelang finis. Saat itu, Verstappen memutuskan mengganti ban dengan soft untuk memburu fastest lap di putaran terakhir.
Seperti diketahui, pembalap 10 besar yang meraih fastet lap pada sebuah balapan berhak mendapatkan 1 poin.
Nah, sebelum melakukan pit stop keunggulan Verstappen di depan pembalap di posisi kedua Charles Leclerc (Ferrari) memang sudah 25 detik lebih.
Namun, tim merasa bahwa melakukan pit stop "hanya" untuk mendapatkan 1 poin di lap-lap penutupan sungguh berisiko.
Sempat terjadi diskusi serius antara sejumlah pengambil keputusan di Red Bull terkait hal itu. Tetapi Verstappen tetap ngotot untuk pit stop.
Akhirnya, Verstappen pit dengan mengganti ban soft. Begitu keluar pitlane dan kembali ke lintasan, jarak Verstappen dan Leclerc hanya tersisa 3 detik.
Artinya, kesalahan sedikit saja, kemenangan yang sudah di depan mata bisa hilang begitu saja.
Meski begitu, pada akhirnya pertaruhan Verstappen terbayar. Dia berhasil meraih fastest lap sekaligus memperlebar keunggulan atas Leclerc menjadi 5 detik.
''Terjadi diskusi di radio. Sebelum Max menjadi semakin gelisah. Kami ingin mengabulkan keinginannya dan membuatnya senang,'' terang Marko dilansir Auto Motor und Sport.
''Di sisi lain, jika dia memaksa memburu fastest lap dengan ban lama (yang sedang dipakai), hal itu malah berisiko.''
''Dia membalap dengan sangat mudah. Akhirnya kami putuskan pit.''
Verstappen sendiri sudah optimisitis sejak awal sebelum memaksa pit. Menurutnya, keunggulan 25 detik sangat cukup untuk melakuan pit stop dan mengejar fastest lap.
''Bagiku keputusan itu sama sekali tidak berisiko. Tetapi untuk tim mungkin mereka jadi nervous,'' ucap juara dunia dua kali Formula 1 tersebut.
''Mungkin dari luar terlihat seperti berisiko, tapi bagiku yang berada di dalam kokpit dan melihat gap (jarak dengan pembalap kedua) itu sama sekali tidak berisiko.''

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
