Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menundukkan ganda Taiwan Su Ching Heng/Ye Hong Wei di Singapore Open.
JawaPos.com – Trio ganda putra sukses melaju ke babak 16 besar Singapore Open. Namun, ketiganya harus melewati pertarungan sengit di Singapore Indoor Stadium kemarin (7/6).
Salah satunya, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang menundukkan ganda Taiwan Su Ching Heng/Ye Hong Wei (21-5, 21-16).
Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri mengalahkan Lee Yang/Wang Chi-Lin (21-18, 21-19) dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yacob Rambitan mengandaskan perlawanan ganda Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (12-21, 21-18, 21-19).
Nah, lawan-lawan berat pun sudah menanti di babak 16 besar. The Minions, julukan Marcus/Kevin, misalnya. Mereka harus melawan jagoan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.
Secara head-to-head, Marcus/Kevin memang masih unggul jauh 11-3. Namun, di dua laga terakhir mereka selalu kalah. ”Untuk menghadapi pertandingan selanjutnya, kami mau fokus di setiap pertandingan saja dulu,” tegas Kevin.
Marcus menyatakan, di beberapa event yang diikuti, dirinya dan pasangannya sudah sangat fokus. Marcus berharap bisa tampil seperti dulu. Yakni, performa sangat bagus hingga bertahan lama sebagai ganda nomor satu dunia.
”Kalau dibandingkan dengan performa lima tahun lalu, tentu masih jauh dan belum bisa seperti dulu. Mungkin kalau dibandingkan dengan dulu, kami ini sekarang baru di kisaran 70–75 persen,” paparnya.
Kevin juga ingin terus memelihara peluang tampil di Olimpiade 2024 Paris. ”Tetapi, kami jangan juga terlalu jauh. Kami harus fokus ke setiap pertandingan dan turnamen saja dulu yang ada di depan mata,” tutur Kevin.
Dari sekian ganda putra yang lolos, perjuangan Pramudya/Yeremia terbilang paling alot. Mereka harus menuntaskan laga melalui rubber game setelah kalah di game pertama.
”Mungkin tadi di awal-awal kami agak mendapat pressure. Sebab, kami juga begitu banyak melakukan unforced error terus. Tetapi, kami beruntung bisa membalikkan keadaan dan menang,” kata Pramudya seusai pertandingan.
Yeremia mengakui, pada game pertama dirinya terlalu terburu-buru. ”Terus, banyak mengangkat juga. Kami juga banyak mati sendiri. Kami tidak bisa keluar dari tekanan,” ujarnya.
Hal serupa terjadi di awal game kedua yang masih banyak mati sendiri. Akibatnya, mereka belum bisa keluar dari tekanan.
”Pas di interval kedua, pelatih meminta kami bermain seenak mungkin saja. Lebih banyak permainan net. Juga jangan terlalu main panjang-panjang dan kencang-kencang,” ungkap Yeremia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
