
JULIAN FINNEY / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP
JawaPos.com - Kebangkitan Emma Raducanu di Indian Wells, Dubai, harus terhenti di tangan petenis ranking satu dunia Iga Swiatek.
Pada babak 16 besar, petenis Inggris tersebut takluk dua set langsung 3-6, 1-6. Swiatek tampil terlalu tangguh dengan mengonversi 74 persen servis pertamanya menjadi poin.
Bahkan, dia tak sekalipun menderita break sepanjang laga.
Kemenangan ini adalah yang ke-14 dari 17 laga yang dijalani Swiatek sejauh musim ini berjalan.
Namun, usai pertandingan, Raducanu terkesan tak terlalu menyesali kekalahannya. Dia bahkan merasa bahwa perjalanannya kembali performa terbaiknya berada pada jalur yang tepat.
Seperti diketahui, Raducanu meraih catatan terbaiknya sejauh ini saat memenangkan grand slam Amerika Serikat Terbuka pada 2021 silam.
Saat itu dia menjadi juara meski hanya berstatus petenis kualifikasi.
Tetapi, sejak saat itu performanya anjlok. Dia tak lagi memenangi satupun gelar di WTA Tour.
Indian Wells tahun ini adalah turnamen ketiga di mana dia berhasil melewati babak ketiga. Tahun lalu, musimnya terhenti akibat cedera pergelangan tangan.
Kemudian dilanjutkan dengan cedera engkel.
Dalam jumpa pers usai pertandingan kontra Swiatek, Raducanu senang dengan perkembangan fisiknya yang terus pulih. Meski menurutnya, prosesnya masih panjang.
''Secara fisik, dia (Swiatek) jauh lebih fit dari aku. Aku merasa masih bisa menjaga fisikku di awal set pertama,'' terangnya dilansir UBI Tennis.
''Namun, tiga game pertama berlangsung hingga 20 menit. Kami melewati banyak reli-reli panjang dan aku merasa defense-ku membaik.''
Laga tersebut kemudian berakhir ''hanya'' sekitar 80 menit karena Raducanu kalah stamina.
''Saat ini, aku merasa kondisi fisikku masih 35 persen. Tetapi hasil di Indian Wells ini memberiku kepercayaan diri bahwa pemulihan fisikku berjalan dengan baik,'' tandasnya.
Raducanu memang tampil hebat di turnamen Masters ini. Dari tiga laga pertamanya, dia selalu menaklukan petenis unggulan. Di antaranya unggulan ke-13 Beatriz Haddad Maia, lalu unggulan 20 Magda Linette, dan Danka Kovinic (ranking 62 dunia).

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
