
AFP
JawaPos.com – Pembalap Gresini Ducati Enea Bastianini memulai GP Austria Minggu (21/8) lalu dengan percaya diri. Sebab, dia meraih pole position pertamanya sepanjang karier di MotoGP.
Sayang, balapan itu ternyata berakhir dengan menyedihkan untuk pembalap 24 tahun tersebut.
Pasalnya, Bastianini gagal finis. Dia bahkan hanya tampil selama lima lap dalam balapan 28 lap itu. Bastianini harus keluar dari lintasan karena tekanan angin ban depannya berkurang.
Itu akibat dari velg ban depan motornya penyok setelah menghantam kerb di tikungan kesembilan.
Padahal, saat itu dia tengah bertarung sengit dengan pembalap Pramac Ducati Jorge Martin untuk berebut posisi ketiga di barisan depan.
’’Hilangnya tekanan angin ban depan menyudahi balapanku. Padahal, kami tampil apik sepanjang akhir pekan ini sejak FP1 (latihan bebas 1),’’ keluh pembalap asal Italia tersebut dilansir Motorsport.
Dalam laporan video Sky Sport MotoGP setelah balapan, velg ban depan motor Bastianini memang tampak sudah tidak simetris usai menghantam kerb.
Di titik itu, velg tersebut tampak sedikit penyok akibat hantaman yang terlalu keras.
’’Aku terlalu bersemangat saat melewati tikungan sembilan menuju sepuluh. Dan saat itulah aku sedikit membentur kerb. Dan ternyata itu merusak velgku,’’ ucap Bastianini.
Akibat gagal finis, Bastianini tidak mendapatkan satu poin pun dari GP Austria. Dia kini masih bercokol di peringkat keenam klasemen pembalap dengan mengumpulkan 118 poin.
Terpaut 82 poin dari Fabio Quartararo yang masih memuncaki klasemen dengan 200 poin.
Bastianini bertekad bangkit di balapan selanjutnya. Apalagi, race selanjutnya berlangsung di negaranya sendiri. Yakni, Sirkuit Misano dalam pergelaran GP San Marino pada 4 September mendatang.
Lebih dari itu, hasil balapannya di paro kedua musim ini sedang mendapat perhatian khusus dari pabrikan Ducati.
Pasalnya, sampai saat ini Ducati masih menimbang-nimbang siapa yang akan jadi rekan setim Francesco Bagnaia di tim pabrikan mereka musim depan.
Kandidatnya sudah mengerucut ke dua orang. Yakni, Bastianini dan Jorge Martin.
’’Aku yakin bisa kembali kompetitif lagi di balapan selanjutnya. Bukan hanya itu, tapi juga di sisa balapan,’’ ucap pembalap yang musim ini sudah mengantongi tiga kemenangan tersebut.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
