
Photo
JawaPos.com – Hendra Setiawan sudah tujuh kali membela Indonesia pada Piala Thomas. Dia menjadi pemain yang paling sering masuk skuad. Menyamai torehan Taufik Hidayat.
Namun, dia bakal melampaui rekor Taufik. Tahun ini Hendra menggenapi jumlah partisipasinya dalam Piala Thomas menjadi delapan kali.
Sempat ada kabar bahwa Hendra menjadikan Piala Thomas 2018 sebagai yang terakhir baginya. Dia menampik hal tersebut. Dia masih bersemanagat membela Merah Putih.
’’Intinya, kalau tim masih membutuhkan, saya siap memperkuat tim lagi. Selama tenaga saya masih memungkinkan, saya siap dipakai lagi,’’ tegas peraih emas Olimpiade Beijing 2008 bersama Markis Kido itu.
Dalam perjalanannya membela tim Thomas, Hendra sudah merasakan dua final. Namun, dia belum pernah mencicipi gelar. Tepatnya pada 2010 ketika kita kalah oleh Tiongkok di final. Lalu, pada 2016 ketika kita menyerah kepada Denmark di partai puncak. Karena itu, Hendra sangat penasaran.
Padahal, capaian Hendra sebenarnya lengkap. Dia sudah meraih emas Olimpiade, All England, Asian Games, dan Kejuaraan Asia. Hanya Piala Thomas dan Piala Sudirman yang belum pernah didapat.
’’Paling tinggi saya cuma dapat perak (Piala Thomas). Kalau memang masuk tim lagi, saya ingin buat jadi juara,’’ tegas ganda putra nomor dua dunia bersama Mohammad Ahsan itu.
Melihat materi pemain saat ini, pemain 35 tahun itu optimistis tim Thomas punya kesempatan bagus untuk meraih gelar. ’’Dilihat dari pengalaman saya sebelumnya dalam tim Thomas, dulu kekuatan kami kurang merata. Tetapi, sekarang saya lihat sudah merata dalam tim. Ini momentum yang bagus untuk bisa meraih gelar,’’ ulas Hendra.
Rasa penasaran Hendra akan gelar Piala Thomas didukung penuh oleh pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi. Dia mengungkapkan, tim saat ini sudah diuji di Kejuaraan Asia Beregu (BATC) 2020 di Manila, Filipina, Februari lalu. Kita sukses menjadi juara. Meskipun, saat itu rasanya kurang gereget karena tidak ada Tiongkok.
’’Seperti bisa dilihat di BATC lalu. Itulah tim inti kami. Orang-orang bilang ini tim terbaik Indonesia setelah beberapa tahun,’’ papar Herry. ’’Sebagai pelatih, saya harus optimistis,’’ imbuh pria berjuluk Coach Naga Api itu.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
