
(FILES) In this file photo taken on July 5, 2009 Britain
JawaPos.com-Legenda dunia balap asal Inggris Sir Stirling Craufurd Moss meninggal dunia, hari ini Minggu (12/4). Moss meninggal pada usia 90 tahun setelah sakit berkepanjangan.
"Dia meninggal sebagaimana dia hidup, terlihat mengagumkan," kata sang istri, Susie seperti dilansir dari Daily Mail.
"Dia hanya lelah pada akhirnya dan dia menutup mata indahnya," lanjutnya.
Media Inggris menyebut Moss meninggal karena ada infeksi pada bagian dadanya. Dia mendapatkan infeksi itu di Singapura pada Desember 2016. Alhasil, Moss pensiun dari publik dua tahun kemudian.
Tak ada indikasi yang menyebut Moss meninggal berkaitan dengan virus korona.
Moss berada di jajaran pebalap Formula 1 terbaik sepanjang masa. Walaupun, dia tidak pernah menjadi juara dunia. Walau begitu, Moss empat kali finis runner-up.
Moss menjadi rekan satu tim juara dunia lima kali asal Argentina Juan Manuel Fangio di tim Mercedes. Moss memenangi 16 grand prix pada tahun 1950-an dan awal 1960-an.
Moss juga menjadi orang Inggris pertama yang memenangi grand prix di kandang sendiri. Dia mengalahkan Fangio di sirkuit Aintree, Liverpool untuk Mercedes pada 1955.
Dunia balap berduka atas kabar meninggalnya Moss, yang disebut oleh Formula 1 "legenda" dan "salah satu yang terbaik sepanjang masa".
"Seorang pesaing yang luar biasa, pembalap yang sangat berbakat, dan pria yang sempurna. Dia meninggalkan tanda kebesaran tak terhapuskan pada sejarah motorsport internasional, "tulis McLaren.
Mantan pembalap F1 yang kini menjadi komentator Martin Brundle melihat Moss sebagai seorang pembalap yang tangguh dan sopan.
Sifat sportifnya, membuat Moss gagal menjadi juara dunia pertama asal Inggris. Itu setelah dia membela tindakan rival senegaranya Mike Hawthorn menyusul insiden di Grand Prix Portugal 1958.
Moss meyakinkan steward sehingga membuat Hawthorn terhindar dari penalti pemotongan enam poin. Hawthorn tahun itu pun memenangi kejuaraan dengan selisih satu poin.
"Saya merasa itu tidak benar dan saya datang dan memberi bukti atas nama Mike dan mengatakan dia tak seharusnya didiskualifikasi," kata Moss seperti dilansir Reuters.
Moss memandang Grand Prix Monako 1961 sebagai balapan F1 terbaik yang dia jalani.
Karir dunia balapnya selesai pada 1962 menyusul kecelakaan di trek Goodwood di Sussex, selatan Inggris. Itu menyebabkan Moss koma selama satu bulan dan lumpuh sebagian selama enam bulan.
Pada 2000, Moss mendapat gelar bangsawan dari kerajaan Inggris karena kontribusinya di dunia balap. Putra dari dokter gigi itu kemudian pensiun dari segala kegiatan balap pada 2011 saat dia berusia 81 tahun.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
