
Tim rowing Indonesia berhasil mendapatkan tambahan medali emas di nomor lightweight man’s four di Haiphong Canoeing and Rowing Training Center, Hai Pong, Vietnam, Jumat (13/05). Kredit foto all Rowing: NOC Indonesia/MP Media/Arie Prijono
JawaPos.com-Tantangan kontingen Indonesia untuk memperbaiki peringkat di SEA Games 2023 Kamboja bakal lebih berat. Sebab, potensi sekitar 37 medali emas bakal lepas dari skuad Merah Putih di ajang multievent se-Asia Tenggara tersebut.
Sebab, cabang olahraga (cabor) yang sebelumnya dipertandingkan di Vietnam kini tak disertakan di Kamboja.
Sayangnya, kebanyakan cabor yang tidak dipertandingkan itu mencatatkan Indonesia sebagai juara umum di SEA Games 2021 Vietnam.
Di antaranya, dayung dengan rowing dan kayak, menembak, panahan, hingga catur. ’’Catur yang sebelumnya tiga emas, tapi kali ini di Kamboja bukan yang internasional. Ada tren tuan rumah mau juara umum, hanya mereka yang bisa saja yang dipertandingkan,’’ ujar Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.
Zainudin menambahkan, lantaran kondisi yang ada, pihaknya berharap cabor-cabor lain bisa lebih maksimal untuk mengisi kekosongan medali yang hilang di ajang multievent terbesar se-Asia Tenggara itu.
’’Saya kira tim review yang terdiri atas KONI, NOC, dan para pakar itu sudah memetakan nomor mana yang memungkinkan,’’ tuturnya.
Ketua Tim Pakar Kemenpora Asmawi menambahkan bahwa beberapa cabor mulai melakukan uji coba. Misalnya, akuatik dan atletik. Akuatik saat ini menggelar Indonesia Open Aquatic Championships 2022. Sementara itu, atletik sebelumnya menjalani TC di Jamaika dan mengikuti Thailand Open.
’’Hasilnya bagus. Itu adalah atlet-atlet muda kita yang bisa menjadi andalan untuk mendapatkan medali di SEA Games 2023 Kamboja nanti,’’ katanya.
Harapan pada akuatik dan atletik berprestasi lebih digaungkan. Pada ajang SEA Games Vietnam, dua cabor itu tidak menyumbang banyak medali bagi tim.
Akuatik, misalnya. Indonesia hanya mendapat 2 medali emas, 3 perak, dan 10 perunggu yang membuatnya hanya berada di peringkat keempat. Jauh di bawah Singapura yang menjadi juara umum cabor dengan 21 emas, 11 perak, dan 12 perunggu.
Atletik juga tak jauh berbeda dengan hanya meraih 2 emas, 5 perak, dan 4 perunggu. Jauh dari Vietnam yang sukses merebut 22 emas, 15 perak, dan 8 perunggu.
Ketua PB PRSI Anindya Bakrie menegaskan bahwa pihaknya bakal bekerja keras untuk menutupi kekurangan potensi medali di SEA Games mendatang. Tidak hanya dari renang, pihaknya juga berharap banyak dari polo air.
Di SEA Games Vietnam, polo air tidak dipertandingkan. Padahal, di edisi sebelumnya yang berlangsung di Filipina, polo air putra sukses meraih medali emas.
Apalagi, kali ini polo air dilatih pelatih asing. Nikola Milosavljevic asal Serbia menjadi juru latih, sedangkan Aron Regos asal Hungaria menjadi pelatih kepala untuk tim putri. ’’Laporan juga menunjukkan pelatih asing untuk polo air sudah mulai. Jadi, saya rasa tentu tujuannya untuk Merah Putih,’’ paparnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
