
Chef de Mission Bayu Priawan Djokosoetono (tengah) bawa Indonesia raih posisi runner up di SEA Games Thailand 2025. (Istimewa)
JawaPos.com–Raihan posisi runner up kontingen Indonesia pada SEA Games Thailand 2025 dengan torehan 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu, bukan semata buah perjuangan atlet di arena. Di balik itu, terdapat peran krusial Chef de Mission (CdM) yang bekerja senyap, tetapi menentukan arah dan ritme perjuangan tim Merah Putih.
Sebagai CdM, Bayu Priawan Djokosoetono tampil sebagai nakhoda yang mengoordinasikan seluruh elemen kontingen secara terstruktur. Dalam ajang multievent dengan tingkat kompleksitas tinggi, tugas CdM tidak berhenti pada urusan administratif. Kepemimpinan strategis, ketegasan mengambil keputusan, hingga kemampuan mengelola dinamika lapangan menjadi tuntutan utama.
Bayu bukan sosok baru dalam urusan memimpin organisasi besar. Latar belakangnya sebagai pengusaha nasional sekaligus Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perencanaan Pembangunan Nasional menjadi bekal penting saat dipercaya memimpin kontingen Indonesia. Pengalaman merancang strategi, mengelola sumber daya, dan menyatukan berbagai kepentingan diterjemahkan dalam manajemen tim nasional.
Pendekatan Bayu bertumpu pada perencanaan matang, pembagian peran yang jelas, serta disiplin eksekusi. Atlet, pelatih, ofisial, hingga tim pendukung ditempatkan dalam sistem koordinasi yang rapi, dengan alur komunikasi terbuka dan pengambilan keputusan yang adaptif mengikuti situasi pertandingan.
Dalam keseharian, Bayu berperan sebagai penghubung utama antara federasi cabang olahraga, pelatih, atlet, hingga tim pendukung. Fokusnya satu. Memastikan atlet bisa bertanding dengan tenang dan optimal, tanpa terganggu persoalan non teknis seperti logistik, kesehatan, transportasi, maupun akomodasi.
”Ini susah-susah gampang. Susahnya, bagi saya yang berlatar belakang pengusaha, olahraga adalah hal yang baru. Mudahnya, karena saya terbiasa mengelola tim kerja,” ujar Bayu.
Capaian Indonesia di Thailand, menurut Bayu, menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Di balik setiap medali, ada sistem kerja yang solid, perencanaan yang konsisten, serta kepemimpinan yang mampu menyatukan banyak elemen dalam satu tujuan.
”SEA Games 2025 Thailand menjadi penegasan bahwa peran Chef de Mission krusial dalam menjembatani visi prestasi nasional dengan implementasi di lapangan. Peran yang jarang tersorot, namun sangat menentukan hasil akhir perjuangan kontingen Indonesia,” papar Bayu.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
