Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 April 2020 | 16.16 WIB

Buntut Petisi Sedih Sofia Shapatava, Prancis Bantu Petenis Papan Bawah

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Keluhan para petenis profesional papan bawah yang tengah mengalami kesulitan finansial gara-gara pandemi Covid-19 akhirnya menuai simpati.

Bukan dari Federasi Tenis Internasional seperti ATP (Asosiasi Tenis Profesional Putra), WTA (Asosiasi Tenis Profesional Putri), maupun ITF (Federasi Tenis Internasional).

Melainkan dari Federasi Tenis Prancis (FFT).

Organisasi penyelenggara grand slam tanah liat Prancis Terbuka itu kemarin mengumumkan siap mengucurkan dana bantuan sebesar USD 38 juta (Rp 601 miliar) kepada para petenis yang tak mendapat penghasilan sama sekali gara-gara turnamen internasional dihentikan.

Dalam rilis resmi yang dilansir NBC Sports, dana tersebut nanti tidak hanya disalurkan kepada para petenis. Tapi juga para pelatih, ofisial, instruktur, pegawai turnamen tenis, maupun klub-klub tenis yang juga merasakan dampak krisis.

”Format penyaluran dan pengalokasian dana masih didiskusikan lebih lanjut,” tulis FFT dalam rilis tersebut.

Sebelumnya, publik dikejutkan dengan langkah yang dibuat petenis profesional ranking ke-371 dunia Sofia Shapatava. Sejak 18 Maret lalu, petenis dari Georgia itu membuat petisi di situs Change.org untuk memperjuangkan rekan-rekan seprofesinya.

Dia mendesak federasi tenis dunia mengeluarkan kebijakan strategis yang bisa menyokong para petenis profesional papan bawah (terutama di luar ranking 100 dunia) untuk bisa bertahan hidup dan melanjutkan karir. Sebab, mereka sangat menggantungkan pendapatan dari kemenangan yang diraih di setiap turnamen.

Shapatava nekat mengambil langkah itu karena banyak rekan sesama petenis profesional yang mulai kehabisan uang akibat tak ada kompetisi. Apalagi, mereka belum bisa mendapatkan dukungan yang cukup dari sponsor.

Para petenis itu biasanya mendapat penghasilan tambahan dari melatih secara privat maupun di klub. Tapi, karena gerakan tinggal di rumah dan karantina wilayah di banyak negara, klub-klub tersebut juga tutup. ”Kebanyakan dari mereka mulai bingung untuk bertahan hidup satu sampai dua minggu ke depan,” ucap Shapatava seperti dilansir The Guardian.

Kenyataan itu kontras dengan nasib para petenis profesional yang memiliki ranking papan atas. Mereka sudah bergelimang harta. Di tengah hiatus kompetisi seperti saat ini, mereka sudah tidak pusing lagi mencari uang untuk makan. Sebagian dari mereka bersantai di rumah. Ada juga yang sibuk memberikan bantuan untuk menanggulangi Covid-19 seperti yang dilakukan oleh petenis peringkat kedua dunia Rafael Nadal.

”Memang aneh mendengar kabar bahwa ada petenis yang kesulitan hanya untuk makan. Tapi, itulah kenyataannya,” ucap Shapatava.

Federasi-federasi tenis dunia seperti ATP, WTA, maupun ITF sudah berjanji melakukan tindakan untuk membantu para petenis yang mengalami kesulitan finansial itu.

Tapi, mereka mengaku masih butuh waktu untuk mengkaji masalah tersebut. Saat federasi tenis internasional masih berdiskusi, para petenis yang mengalami kesulitan finansial akhirnya bisa bernapas lega setelah FFT mengambil keputusan lebih cepat untuk mengulurkan tangan.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore