
Photo
JawaPos.com-Shesar Hiren Rhustavito sebetulnya selalu memimpin lebih dulu atas Anthony Sinisuka Ginting pada final Mola TV PBSI Home Tournament 2020 (10/7). Namun, kehilangan fokus dan gagalnya mempertahankan momentum, membuat Vito, panggilannya, akhirnya kalah dalam dua game.
Ginting memenangkan laga di lapangan Pelatnas PP PBSI, Cipayung, Jakarta Timur itu dengan dua game 21-19, 21-15 dalam tempo 47 menit.
Di game pertama, Vito sejatinya memimpin dengan skor 5-1 lalu unggul tipis 11-9 ketika interval. Namun, Vito gagal mengendalikan permainan dan membuat Ginting menyamakan kedudukan dalam posisi 17-17.
Kecepatan, teknik, dan keahlian permainan Ginting memang terlihat di atas Vito dalam laga final itu. Padahal, seharusnya, kondisi fisik Vito lebih bagus. Sebab, pagi harinya, pemain nomor 18 dunia itu tidak bermain di semifinal. Calon lawannya, unggulan kedua Jonatan Christie mundur karena mengalami cedera ringan.
Photo
Shesar Hiren Rhustavito beraksi pada final Mola TV PBSI Home Tournament 2020. (Nafielah Mahmudah/PP PBSI).
Pada awal game kedua, Vito juga sempat memimpin dalam posisi 6-3. Tetapi, kejadian pada game pertama terulang. Ginting berhasil menyamakan kedudukan dalam posisi 7-7, lalu melesat dengan angka 19-11. Perolehan angka pemain nomor enam dunia itu akhirnya tak terkejar sampai akhir.
"Waktu game pertama, saya mimpin lumayan jauh, empat poin. Lalu di sana kurang fokus dan kurang disiplin," kata Vito dalam wawancara pinggir lapangan dengan Mola TV.
"Lalu saya sering hilang poin dan gampang memberi poin untuk Ginting. Game kedua, mau cepetin dulu. Tetapi saya masih kurang taktis. Ginting efisien dalam serangan. Dia sangat cepat. Jadi, dapat poinnya susah," imbuhnya.
Sepanjang turnamen internal yang berlangsung tiga hari itu, Vito memang selalu menang dalam lima pertandingan. Yakni sejak babak penyisihan sampai semifinal.
Namun, berbeda dari Ginting yang tidak kehilangan satu gamepun, Vito sempat bermain rubber game melawan pemain muda berusia 20 tahun Karono pada penyisihan Grup G. Vito mengalahkan pemain nomor 321 dunia itu dengan skor 12-21, 21-15, dan 21-11.
"Secara keseluruhan memang kurang puas dengan hasil turnamen ini. Sebabnya ya karena permainan saya di final ini. Saya terlalu kurang cepat dan nggak bisa ngimbangi kecepatan dan serangan Ginting," ucap Vito.
Di sisi lain, walau menjadi juara turnamen internal dengan sempurna, Ginting tetap melakukan evaluasi internal pada dirinya sendiri. Salah satu yang utama adalah dia berusaha mereduksi kesalahan-kesalahan sendiri.
“Problem match pertama sampai final memang seperti itu. Saya suka mati sendiri. Dari segi mental dan fokus, itu yang paling utama. Kalau fokusnya hilang, poin bisa dibuang-buang,” kata Ginting.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
