
Photo
JawaPos.com-Ambisi Jonatan Christie meraih gelar BWF Super 500 untuk kali pertama dalam kariernya, harus tertunda. Dalam final Korea Open 2022 di Palma Indoor Stadium, Suncheon, hari ini (10/4), Jonatan dikandaskan pemain Tiongkok Weng Hongyang.
Jonatan yang menang nyaman 21-12 pada game pertama, malah kehilangan dua game selanjutnya dengan skor 19-21 dan 15-21.
Dengan kekalahan ini, sejak memulai karier di level senior sembilan tahun lalu, Jonatan belum mampu meraih gelar Super 500+.
Prestasi terbaiknya di BWF World Tour adalah menjadi juara New Zealand Open 2019, Australian Open 2019, dan Swiss Open 2022. Tiga gelar tersebut berlevel Super 300.
Pada game pertama, Jonatan Christie berhasil mengontrol penuh jalannya pertandingan. Dia bermain sabar dalam reli, melakukan defense yang ketat, dan melakukan serangan yang efisien.
Jonatan langsung unggul 9-4, 13-7, 17-8, dan tidak kesulitan untuk menutup game pertama dalam kedudukan 21-12. Pada game pertama ini, Jonatan terlihat sangat nyaman dalam bermain. Dia tidak membiarkan lawannya untuk berkembang.
Pada awal game kedua, Jonatan lebih banyak tertekan. Dia tertinggal lebih dulu dengan skor 0-4, lalu 1-5, dan 3-7.
Jonatan sempat mengejar dan memperpendek jarak ketertinggalan menjadi satu poin saja menjadi 9-10. Namun, Weng berhasil mencapai interval lebih dulu dengan skor 11-9.
Setelah interval, Jonatan kembali bermain dengan sabar. Tetapi dia terus menekan. Hasilnya, Jonatan bisa menyamakan kedudukan menjadi 11-11. Setelah itu pertandingan menjadi seru. Intensitas meningkat. Saling susul angka terjadi.
Momentum besar Jonatan terjadi saat dia berbalik unggul 17-15 dan 19-16. Sayang, peluang itu tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Weng berhasil mencetak lima angka beruntun untuk memenangkan game kedua dengan skor 21-19. Kedudukan menjadi sama kuat 1-1.
Pada game ketiga, Jonatan lagi-lagi lebih banyak tertekan. Selain itu, dia banyak melakukan kesalahan sendiri. Alhasil, Jonatan tertinggal 7-11 saat interval.
Jonatan berada jauh di belakang dengan skor 10-16, ternyata bangkit dan berhasil memberikan tekanan keras kepada Weng. Jonatan menambah kecepatan bermain. Hasilnya, Jonatan yang berada sebagai unggulan ketiga itu hanya tertinggal satu angka (15-16).
Namun, sayang sekali Jonatan kembali kehilangan momentum. Weng mencetak lima angka beruntun dan akhirnya mengunci gelar juara Korea Open 2022.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
