
Marc Marquez mengalami kecelakaan pada latihan bebas pertama MotoGP Prancis, Jumat (12/5).
JawaPos.com - Marc Marquez belum sekalipun finis di balapan utama MotoGP yang sudah berjalan enam seri musim ini. Meskipun tiga di antaranya juara dunia delapan kali itu absen.
Di MotoGP Italia akhir pekan lalu, pada latihan bebas hari pertama rekan setim Marquez di Repsol Honda Joan Mir mengalami crash yang mengakibatkan kelingking kanannya patah.
Keesokan harinya, giliran rider LCR Honda Alex Rins yang mengalami kecelakaan hebat di tengah sprint race. Insiden itu mematahkan kakinya. Yakni tulang tibia dan febula.
Di balapan utama Minggu (11/6) Marquez juga mengalami crash. Padahal dia sedang bertarung di posisi keempat. Beruntung enam kali juara MotoGP itu lolos dari cedera.
Praktis hanya Takaaki Nakagami yang bisa finis di GP Italia. Rider Jepang itu menuntaskan balapan di posisi ke-13.
Rangkaian insiden tersebut tentu saja menguatkan praduga bahwa Honda sedang tidak baik-baik saja. Jika rider-rider-nya kesulitan menundukkan RC213V, makan sudah bisa dipastikan bahwa motornya lah yang bermasalah.
Berbagai formula sudah diramu oleh Repsol Honda untuk membangun motor yang rider friendly. Di antaranya memesan chassis dan lengan ayun kepada Kalex. Namun, hasilnya belum terasa signifikan.
Mereka juga merekrut Ken Kawauchi dari Suzuki tahun lalu untuk membantu pengembangan motor. Di GP Italia, Kawauchi menyaksikan sendiri satu per satu rider Honda terjatuh. Sesekali dia tampak menutup wajahnya dengan tangan.
Marquez mengakui, insiden di Mugello adalah kesalahannya. ''Aku melebar, meskipun tidak merebah terlalu tajam banku melintasi sisi trek yang kotor,'' ungkapnya dilansir Crash.
Kendati demikian, dia juga menyebut bahwa RC213V memang bermasalah. Itu terbukti dari banyaknya crash yang menimpa rider-rider-nya.
''Jika kita memiliki pembalap-pembalap yang memiliki mental juara, mereka selalu menggeber motornya sampai limit. Dan ketika motor tidak mampu memenuhi mentalitas itu, situasinya menjadi sulit,'' tandasnya.
Namun, Marquez ingin mendinginkan suasana dengan memberikan pernyataan normatif. ''Tapi kami (Honda) harus tetap bersama. Bekerja keras untuk membalikkan situasi ini.''
Balapan berikutnya, akhir pekan ini, akan berlangsung di sirkuit favoritnya Sachsenring, Jerman. Sudah 11 kali dia memenangi balapan di sana.
Trek yang berputar melawan arah jarum jam, dengan dominasi tikungan ke kiri, cocok dengan gaya balap Marquez.
''Kami datang dengan kondisi yang sulit. Maka akan tetap sulit meski membalap di Sachsenring. Kami akan berusaha keras sejak hari pertama dan bakal mengetahui dimana posisi kami pada Sabtu (kualifikasi dan sprint race).''

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
