Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Juni 2023 | 02.10 WIB

Marc Marquez: Honda Belum Memberikan Motor untuk Rider Bermental Juara

Marc Marquez mengalami kecelakaan pada latihan bebas pertama MotoGP Prancis, Jumat (12/5). - Image

Marc Marquez mengalami kecelakaan pada latihan bebas pertama MotoGP Prancis, Jumat (12/5).

JawaPos.com - Marc Marquez belum sekalipun finis di balapan utama MotoGP yang sudah berjalan enam seri musim ini. Meskipun tiga di antaranya juara dunia delapan kali itu absen.

Di MotoGP Italia akhir pekan lalu, pada latihan bebas hari pertama rekan setim Marquez di Repsol Honda Joan Mir mengalami crash yang mengakibatkan kelingking kanannya patah.

Keesokan harinya, giliran rider LCR Honda Alex Rins yang mengalami kecelakaan hebat di tengah sprint race. Insiden itu mematahkan kakinya. Yakni tulang tibia dan febula.

Di balapan utama Minggu (11/6) Marquez juga mengalami crash. Padahal dia sedang bertarung di posisi keempat. Beruntung enam kali juara MotoGP itu lolos dari cedera.

Praktis hanya Takaaki Nakagami yang bisa finis di GP Italia. Rider Jepang itu menuntaskan balapan di posisi ke-13.

Rangkaian insiden tersebut tentu saja menguatkan praduga bahwa Honda sedang tidak baik-baik saja. Jika rider-rider-nya kesulitan menundukkan RC213V, makan sudah bisa dipastikan bahwa motornya lah yang bermasalah.

Berbagai formula sudah diramu oleh Repsol Honda untuk membangun motor yang rider friendly. Di antaranya memesan chassis dan lengan ayun kepada Kalex. Namun, hasilnya belum terasa signifikan.

Mereka juga merekrut Ken Kawauchi dari Suzuki tahun lalu untuk membantu pengembangan motor. Di GP Italia, Kawauchi menyaksikan sendiri satu per satu rider Honda terjatuh. Sesekali dia tampak menutup wajahnya dengan tangan.

Marquez mengakui, insiden di Mugello adalah kesalahannya. ''Aku melebar, meskipun tidak merebah terlalu tajam banku melintasi sisi trek yang kotor,'' ungkapnya dilansir Crash.

Kendati demikian, dia juga menyebut bahwa RC213V memang bermasalah. Itu terbukti dari banyaknya crash yang menimpa rider-rider-nya. 

''Jika kita memiliki pembalap-pembalap yang memiliki mental juara, mereka selalu menggeber motornya sampai limit. Dan ketika motor tidak mampu memenuhi mentalitas itu, situasinya menjadi sulit,'' tandasnya.

Namun, Marquez ingin mendinginkan suasana dengan memberikan pernyataan normatif. ''Tapi kami (Honda) harus tetap bersama. Bekerja keras untuk membalikkan situasi ini.''

Balapan berikutnya, akhir pekan ini, akan berlangsung di sirkuit favoritnya Sachsenring, Jerman. Sudah 11 kali dia memenangi balapan di sana. 

Trek yang berputar melawan arah jarum jam, dengan dominasi tikungan ke kiri, cocok dengan gaya balap Marquez.

''Kami datang dengan kondisi yang sulit. Maka akan tetap sulit meski membalap di Sachsenring. Kami akan berusaha keras sejak hari pertama dan bakal mengetahui dimana posisi kami pada Sabtu (kualifikasi dan sprint race).''

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore