
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (tengah), didampingi oleh DIrektur Teknik Alexander Zwiers (kiri) dan Sekjen PSSI Yunus Nusi (kanan) memberikan keterangan pada konferensi pers di SUGBK, Jakarta, pada Jumat (24/10/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir kembali memberikan ultimatum kepada Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat terkait dualisme sejumlah federasi cabang olah raga. Erick ingin persoalan tersebut rampung sebelum tahun berganti.
Saat ini ada sejumlah federasi cabor yang mengalami dualisme kepengurusan. Setidaknya ada empat yang bermasalah, yakni cabor tenis meja, anggar, tinju, dan sepak takraw.
Dualisme kepengurusan itu diketahui sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Bahkan khusus tenis meja saat ini ada tiga kepengurusan. Akibatnya, para atlet jadi korban permasalahan federasi kepengurusan karena tidak bisa membawa nama bangsa bertanding di berbagai ajang internasional.
Erick Thohir sebagai Menpora RI, menyoroti persoalan dualisme kepengurusan. Hal itu pun jadi fokus dan prioritas pemerintah untuk segera diselesaikan, demi terwujudnya kedigdayaan Indonesia di pentas olahraga dunia sesuai Asta Cita Presiden Prabowo.
"Masalah dualisme ini harus segera diselesaikan. Setelah itu baru kita bisa konsolidasi Desain Besar Olahraga Nasional. Selanjutnya kita bisa bicara mengenai PON, SEA Games, Asian Games dan Olimpiade akan seperti apa," ujar Menpora Erick dalam keterangan resminya, Selasa (4/11).
Menpora Erick pun mengimbau agar KOI dan KONI mengambil peran strategis untuk bisa berembuk dan mendorong penyelesaian sengketa kepengurusan pada empat cabor tersebut, secara musyawarah dan mufakat sesuai Undang-Undang Keolahragaan. Hal itu tertuang dalam surat yang dikirimkan Menpora kepada Ketua Umum KOI dan KONI pada 1 Oktober lalu.
Erick juga memberikan batas waktu penyelesaian sengketa paling lambat tiga bulan sejak surat dikirimkan, yaitu sampai akhir Desember 2025. Jika tidak juga beres, maka Kemenpora yang akan mengambil alih dan menyelesaikannya.
"Kami di Kemenpora telah melakukan introspeksi dengan perbaikan tata kelola internal, maka kami ingin KOI, KONI dan para pengurus federasi olah raga juga bisa melakukan introspeksi masing-masing," katanya.
"Dan duduk bersama untuk menyelesaikan masalah secara musyawarah untuk mencapai mufakat. Karena musyawarah adalah landasan membangun bangsa dan negara," tambah Erick.
Nah kini sebulan berlalu dan KOI, KONI serta para pengurus cabor hanya memiliki sisa waktu dua bulan untuk menindaklanjuti tugas menyelesaikan dualisme di tubuh federasi empat cabang olah raga tersebut. Erick dengan tegas tak akan memberikan kelonggaran untuk mengatasi masalah tersebut.
"Tiga bulan adalah waktu yang cukup untuk menyelesaikan sengketa kepengurusan cabang olahraga ini. Jika sampai akhir tahun tidak kunjung tuntas, maka kami Kemenpora akan mengambil alih dan membuat keputusan untuk menyelamatkan para atlet kita, menyelamatkan prestasi olah raga kita," jelas Erick.
"Sudah terlalu lama para atlet menjadi korban. Maka saya ingatkan kembali kepada para pihak untuk melepaskan kepentingan pribadi dan ego masing-masing demi kejayaan olah raga kita," tutup Menpora.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
