Marc Márquez harus terbang ke Madrid untuk jalani perawatan usai seri MotoGP Mandalika. (Instagram @marcmarquez93)
JawaPos.com — Marc Marquez dan Francesco 'Pecco' Bagnaia akhirnya angkat bicara setelah penampilan mengecewakan di MotoGP Mandalika 2025, saat kedua pembalap Ducati Lenovo tak berdaya menghadapi sirkuit Indonesia. Insiden dan kecelakaan memaksa mereka gagal menyelesaikan balapan, memicu pertanyaan besar soal performa Ducati di GP Indonesia kali ini.
Marc Marquez lepas start dari baris ketiga dan masuk tikungan pertama di posisi keenam, menunjukkan potensi kuat di awal balapan.
Namun pada tikungan ketujuh insiden tak terduga terjadi ketika Marco Bezzecchi bersenggolan dan memicu kecelakaan hebat yang menghentikan perjuangan Márquez.
Cedera tampak jelas di sisi kanan tubuh Marquez, dan ia menyatakan kemungkinan besar tulang selangka menjadi bagian dari kerusakan.
Sesampainya di Madrid, Márquez sudah menjadwalkan pemeriksaan medis lebih lanjut untuk memastikan tingkat keparahan cedera.
“Saya tentu saja sedih karena cederanya lagi-lagi di sisi kanan – dalam kasus ini, tampaknya tulang selangka. Sekembalinya di Madrid, saya akan menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut untuk memastikan seberapa parah cederanya. Ini balapan, dan hal-hal seperti ini bisa saja terjadi,” ujar Márquez mengenai efek dari insiden tersebut.
Dia juga menambahkan Bezzecchi sudah meminta maaf, dan ia bertekad menjalani proses pemulihan sepenuhnya agar bisa kembali secepat mungkin.
“Marco (Bezzecchi) datang untuk meminta maaf. Saya akan berusaha kembali sesegera mungkin, sambil tetap menjalani proses pemulihan sepenuhnya.”
Sementara itu, Bagnaia memulai di posisi ke-16 dan mencoba mengejar pembalap di depan meski kondisi kurang ideal. Namun pada lap ke-8, ia kehilangan kontrol di tikungan terakhir dan langsung terjatuh dari motornya.
Bagnaia menyebut akhir pekan ini sangat mengecewakan, terutama karena prestasinya di Mandalika sebelumnya selalu cukup menjanjikan.
Ia meminta maaf kepada tim atas kecelakaan yang terjadi dan menyesali usaha kerasnya tak membuahkan hasil.
“Akhir pekan ini sangat mengecewakan, terutama mengingat bagaimana akhir pekan sebelumnya. Trek ini tidak pernah mudah bagi saya, meskipun saya selalu meraih hasil bagus di sini sebelumnya,” ujar Pecco.
“Saya ingin meminta maaf kepada tim atas kecelakaan itu: Saya berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan dari para pembalap di depan, meskipun saya kurang percaya diri.”
Meski kehilangan feeling pada motor, Bagnaia mengaku berusaha keras menutup jarak dengan pembalap di depannya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
