
Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat saat menyambut tim Indonesia usai berhasil membawa medali perunggu Piala Sudirman 2025. (Dok: PBSI)
JawaPos.com - Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat menyatakan evaluasi terhadap hasil tim Indonesia di Piala Sudirman 2025 akan segera dilakukan. Dia akan duduk bersama dengan Ketua Bidang Pembinaan Dan Prestasi (Kabid Binpres) dan para pelatih tiap sektor.
Tim Indonesia membawa pulang medali perunggu Piala Sudirman 2025 dari Xiamen, Tiongkok. Langkah pasukan Merah Putih terhenti di babak semifinal setelah menelan kekalahan 2-3 dari Korea Selatan.
Meski kalah, medali perunggu sudah jadi hasil dan capaian yang cukup baik untuk tim Indonesia. Sebab terakhir kali mereka dapat medali di Piala Sudirman adalah enam tahun lalu alias pada edisi 2019.
Taufik Hidayat sebagai Waketum I PBSI, mengatakan bahwa keberhasilan ini patut diapresiasi karena sebagai buah kerja sama pengurus, pelatih, dan pemain Pelatnas PBSI yang baru. Tapi, PBSI akan tetap melakukan evaluasi hasil Piala Sudirman 2025.
"Olahraga itu kan gak bisa instan, butuh proses, dan itu butuh chemistry pengurus yang baru dengan pemain, dengan pelatih yang baru, untuk ke depannya bisa lebih baiklah," kata Taufik Hidayat dalam keterangannya, dipetik Selasa (6/5).
"Nanti kita evaluasi, dengan kekalahan nya kenapa di lima sektor ini. Meskipun ada enggak main juga, kita minta masukan juga. Karena kita enggak ada salahnya untuk belajar, belajar terus dari kesalahan dan yang bagus kita terusin," tambahnya.
Taufik Hidayat tak menjelaskan secara rinci evaluasi apa saja yang akan dilakukan PP PBSI. Namun, persoalan mental para pemain jelas masuk dalam pembahasan.
Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu heran mengapa mentalitas para pemain saat ajang beregu Piala Sudirman 2025 cukup baik sehingga bisa meraih perunggu, sementara ketika dalam turnamen perorangan, mereka masih seret prestasi.
Sejauh ini, sepanjang 2025 baru ada satu gelar yang dipersembahkan oleh para pemain Indonesia di ajang BWF World Tour Super 300 ke atas. Yakni atas nama Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti di Thailand Masters 2025.
Taufik mencontohkan Alwi Farhan, yang mampu membuat kejutan besar dengan menang atas Anders Antonsen saat tim Indonesia mengalahkan Denmark 4-1 di fase grup.
Kemudian saat mengalahkan Cho Geon Yeop (Korea Selatan), Alwi Farhan menunjukkan mentalitas ciamik juga dengan kalah di gim pertama, namun bangkit di dua gim berikutnya.
"Kenapa sekarang bisa? Kenapa di perorangan gak bisa gitu kan? Kita lihat mungkin dari mental, lihat mungkin seperti Alwi kemarin lawan Antonsen dia lebih rileks, dia lebih lepas, dan melihat ranking juga bisa dibilang lebih di bawah Antonsen di atas, jadi dia enggak ada beban," terang Taufik.
"Begitu lawan Korea kan di set pertama kelihatan banget dia beban tapi diset kedua dan di set ketiga dia bisa menguasai lapangan," tambahnya.
Contoh kasus Alwi itu akan dipelajari oleh tim pelatih dan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI sebagai tolok ukur dan mencari solusi untuk ke depannya.
"Jadi akan kita jadikan tolok ukur kenapa di sini bisa, tapi biasanya enggak. Kita harus pelajari juga dengan pengurus terutama dari Wakil Ketua Umum I ya saya, di situ ada Binpres dan pelatih kita harus duduk bareng. melihat kalau pemain bisa, sebelumnya kenapa enggak bisa," tuturnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
