
Alwi Farhan dan Zaki Ubaidillah. (Dok: PBSI)
JawaPos.com – Pelatih kepala tunggal putra Indonesia Indra Widjaja memasang target tinggi pada Kejuaraan Asia 2026. Dia berharap dua anak asuhnya, Alwi Farhan dan Ubed alias Mohammad Zaki Ubaidillah, mampu melangkah jauh hingga mengamankan medali. Indra bahkan berharap keduanya bisa saling berhadapan pada fase krusial.
Dengan berada di bagan yang sama, peluang pertemuan terbuka jika masing-masing mampu melewati rintangan pada awal turnamen. Menurut Indra, skenario ideal adalah salah satu di antara Alwi atau Ubed mampu menembus delapan besar. Dengan demikian, peluang merebut medali tetap terjaga.
”Harapan saya Alwi dan Ubed bisa ketemu. Salah satunya pasti masuk delapan besar. Targetnya tentu ada medali,” ujarnya.
Jalan yang harus dilalui Ubed terbilang cukup berat. Dia harus memulai dari babak kualifikasi sebelum masuk ke main draw dan menghadapi lawan-lawan tangguh. Jika lolos kualifikasi, Ubed berpeluang bertemu wakil Jepang, Koki Watanabe.
Sementara itu, Alwi akan memulai langkahnya dengan menghadapi wakil Malaysia, Justin Hoh, pada babak pertama. Jika lolos, dia berpotensi bertemu unggulan Jepang, Kodai Naraoka.
Indra menilai persaingan tunggal putra saat ini sangat merata. Karena itu, peluang untuk meraih medali tetap terbuka bagi siapa pun yang mampu tampil konsisten. Optimisme tersebut juga didasari hasil evaluasi dari tur Eropa yang baru saja dijalani kedua pemain.
Dalam dua pekan terakhir, tim pelatih fokus melakukan pembenahan dari sisi teknis dan nonteknis. Secara fisik, Indra memastikan Alwi dan Ubed sudah berada dalam level terbaik. Keduanya dinilai siap tempur menghadapi tekanan pertandingan di Kejuaraan Asia.
Alwi sendiri datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat hasil positif di Eropa. Dia sukses menembus perempat final All England 2026 sebelum dihentikan Kunlavut Vitidsarn. Penampilan apik itu berlanjut di Swiss Open 2026 dengan menembus final meski akhirnya kalah dari Yushi Tanaka.
Alwi mengaku mendapat banyak pelajaran penting dari rangkaian turnamen tersebut, terutama soal manajemen kondisi. ”Kegagalan di final Swiss Open membuat saya lebih kuat karena banyak berbenah. Habis menghadapi partai berat, besoknya belum bisa cepat reset, jadi antiklimaks di final,” ujarnya.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
