
Nikola Jokic menjadi kunci kemenangan Denver Nuggets.
JawaPos.com - “Jika Nikola tidak memenangkan MVP, ini akan menjadi musim terhebat sepanjang masa (pemain, Red) yang tidak memenangkan MVP,” kata pelatih Denver Nuggets David Adelman dikutip dari ESPN seusai laga melawan Memphis Grizzlies kemarin (12/4).
Ucapan Adelman tersebut merujuk pada performa luar biasa Nikola Jokic musim ini. Torehan 26 poin, 16 rebound, dan 13 assist Jokic lawan Grizzlies tidak hanya membuat Nuggets menang 117-109 di Ball Arena, Denver. Tetapi, itu juga memastikan Jokic bakal menyelesaikan musim ini dengan rata-rata triple-double.
Sepanjang sejarah NBA, hanya ada dua pemain yang mampu rata-rata mencatat triple-double selama satu musim. Yakni Oscar Robertson dan rekan satu timnya saat ini Russell Westbrook. Robertson melakukannya musim 1961-62 bersama Cincinnati Royals.
Sedangkan Westbrook meraihnya tiga kali bersama Oklahoma City Thunder (2016-17, 2017-18, dan 2018-19) dan sekali bersama Washington Wizards (2020-21). Capaian rata-rata triple-double Jokic terasa lebih spesial karena dia merupakan seorang center! Posisi bermain yang fokus utamanya biasanya bukanlah mencetak assist, melainkan menjaga daerah sekitar ring.
Namun, capaian 12 assist Jokic lawan Grizzlies memastikan dia menyelesaikan musim dengan rata-rata assist lebih dari sepuluh. Itu jadi yang pertama sepanjang karirnya. “Itu bagus. Saya belum pernah melakukan itu sebelumnya,” kata Jokic setelah pertandingan ketika ditanya tentang rata-rata triple-double. “Saya tidak tahu harus berkata apa. Itu bagus,” tuturnya.
Selama sembilan musim berkarir di NBA, Jokic telah meraih gelar MVP sebanyak tiga kali. Salah satu penampilan paling baik dia tunjukkan pada musim 2021-22. Menurut data yang dihimpun dari Basketball Reference, Jokic mencatatkan efisiensi senilai 32,85 pada musim tersebut, terbaik sepanjang sejarah.
Nah, musim ini Jokic mencatatkan efisiensi sementara sebesar 32,21. Itu mencatatkan namanya di peringkat dua terbaik sepanjang sejarah di bawah catatannya musim 2021-22 lalu. Akan tetapi, itu tidak membuat jalan Jokic meraih MVP bakal lebih mulus. Sebab, dia musim ini harus bersaing ketat dengan guard Thunder Shai Gilgeous-Alexander.
Dalam jajak pendapat terakhir yang dilakukan oleh Tim Bontemps dari ESPN, SGA mampu mengumpulkan 77 suara berbanding 23 suara Jokic. “Saya pikir saya telah bermain bola basket terbaik dalam hidup saya, jadi jika itu cukup, maka itu sudah cukup. Jika tidak, dia (SGA, Red) pantas mendapatkannya. Dia benar-benar luar biasa,” kata Jokic pada Maret lalu.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
