Pemain Red Sparks Megawati Hangestri. (KOVO)
JawaPos.com – Tak banyak yang menyangka bahwa kunci keberhasilan Red Sparks lolos ke final V-League 2024–2025 justru datang dari pemain yang turun sebagai libero darurat mengenakan rompi biru dengan huruf “L” besar di dada.
Dalam laga dramatis melawan Hyundai Hillstate, Sabtu (29/3), Red Sparks harus berjibaku bukan hanya dengan lawan, tetapi juga dengan krisis cedera yang menggerogoti lini belakang mereka.
Dikutip dari Sports Chosun, Red Sparks yang tengah dilanda krisis pemain memainkan strategi darurat setelah dua libero utama mereka, No Ran dan Choi Hyo-seo, tak bisa melanjutkan pertandingan karena cedera dan tekanan mental.
Sebagai gantinya, pelatih Koh Hee-jin menunjuk Park Hye-min, pemain 8 tahun pengalaman yang biasanya berposisi sebagai outside hitter, untuk mengambil peran penting di posisi libero.
Tak punya jersey libero cadangan, Park Hye-min masuk lapangan dengan mengenakan rompi biru bertuliskan huruf kapital “L”—pemandangan langka di level profesional.
Keputusan ini diambil lewat aturan resmi Federasi Bola Voli Korea (KOVO) yang memperbolehkan penunjukan libero darurat apabila dua pemain sebelumnya tak lagi bisa bertanding karena cedera atau kondisi medis lain.
Langkah Koh Hee-jin terbilang nekat, sebab dalam aturan, setelah ditunjuk sebagai libero baru, dua libero sebelumnya tak boleh lagi kembali ke pertandingan. Jika Park Hye-min tampil buruk atau cedera, Red Sparks akan kehabisan opsi. Tapi risiko besar ini justru berbuah manis.
Masuk sejak set ketiga, Park tampil stabil, tenang, dan mengembalikan kontrol di lini belakang Red Sparks. Ia sukses mengamankan receive demi receive dan membantu tim menjaga ritme saat mereka akhirnya mengamankan kemenangan 3-1 dan melaju ke partai puncak untuk pertama kalinya sejak 2012.
“Jujur saya kaget saat diminta masuk sebagai libero. Saya bahkan tidak punya jersey libero, tapi ternyata tim punya rompi khusus darurat,” ujar Park. “Saya hanya ingin membantu tim, berteriak semangat, dan percaya pada pengalaman saya.”
Peran Park Hye-min memang penting, tetapi bintang utama tetap jatuh kepada Megawati Hangestri. Pemain asal Jember itu mencatatkan 26 poin dan menjadi tumpuan serangan Red Sparks.
Di tengah minimnya rotasi akibat cedera pemain asing Bukiric dan setter veteran Yeom Hye-seon yang bermain dengan menahan sakit di lututnya, Megawati terus tampil konsisten.
Pelatih Koh Hee-jin bahkan menyebut, “Kalau Megawati ingin terus bersinar, maka Hye-seon harus tetap ada. Saya bilang ke Mega, ‘Kamu bisa seperti ini karena Hye-seon juga ada.’”
Kini, Red Sparks akan menghadapi Heungkuk Life Insurance dalam laga final best-of-five. Selain berebut trofi, pertandingan ini juga akan menjadi “last dance” Kim Yeon-koung, ikon voli Korea yang akan pensiun usai musim ini. Red Sparks pun disadari banyak orang akan menjadi “antagonis” dalam skenario perpisahan sang legenda.
“Kalau di drama, karakter antagonis itu biasanya kuat. Saya akan jadi antagonis yang tangguh,” kata Yeom Hye-seon dengan senyum penuh tekad.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
