
Aryna Sabalenka mengangkat trofi juara Madrid Open setelah menyudahi perlawanan Iga Swiatek 6-3, 3-6, 6-3.
JawaPos.com – Petenis nomor dua dunia Aryna Sabalenka bermain dengan taktik menyerang untuk mengalahkan peringkat teratas Iga Swiatek 6-3, 3-6, 6-3. Strategi itu membuatnya menjuarai Madrid Open untuk kedua kalinya.
Petenis Belarusia, yang sukses membalas dendam atas kekalahan dari rivalnya asal Polandia di final Stuttgart dua pekan lalu, itu meraih kemenangan mendebarkan sekaligus mengakhiri rentetan sembilan kemenangan beruntun Swiatek yang bersiap mempertahankan gelar French Open.
Swiatek, pemenang dua kali di Roland Garros, berjuang untuk kembali fokus ke pertandingan setelah awal yang agresif dari Sabalenka. Namun, unggulan kedua itu bangkit dengan kuat pada set ketiga untuk memenangi final WTA 1000 pertama yang menampilkan dua petenis peringkat teratas sejak 2014.
Sabalenka meraih gelar ke-13 dalam kariernya, dan gelar keduanya di lapangan tanah liat dalam waktu dua jam 25 menit.
"Saya sangat senang dengan kemenangan ini, terutama melawan Iga di lapangan tanah liat. Itu selalu merupakan pertandingan yang sulit melawannya," kata Sabalenka, seperti disiarkan AFP, Minggu (7/5).
Juara Australian Open itu memulai dengan intensitas tinggi dalam servis dan forehandnya. Sabalenka mendapatkan dua break point, tetapi Swiatek terlalu kuat sehingga bertahan 3-3.
Dia melakukan hal yang sama lagi pada servis Swiatek berikutnya untuk mendapatkan break dengan memimpin 5-3.
Juara Madrid Open tahun 2021 itu berhasil merebut set pertama, untuk pertama kalinya saat melawan Swiatek di lapangan, setelah kalah dalam dua set langsung dalam tiga pertandingan tanah liat sebelumnya.
Swiatek, yang gagal mendapatkan break point pada set pembuka, mengonversi angka untuk memimpin 2-0 pada set kedua. Petenis nomor satu dunia itu bangkit untuk menunjukkan kehebatannya di lapangan tanah liat.
Namun, saat tertinggal 1-3, Sabalenka yang tak henti-hentinya mendapatkan empat break point, kembali melakukan servis dengan keras. Tetapi, Swiatek mampu menyelamatkan dua break point untuk bertahan.
Swiatek menunjukkan permainan defensifnya yang baik saat dia mematahkan lagi servis Sabalenka untuk 5-3, dan melakukan servis untuk memaksa set ketiga yang menentukan.
Sabalenka melakukan break untuk unggul 2-0. Swiatek membalas, tetapi Sabalenka melakukan lagi untuk memimpin 5-3, dan akhirnya menang.
"Selamat Aryna untuk pertandingan yang luar biasa, Anda memainkan tenis yang intens dan setiap pertandingan adalah tantangan, jadi selamat karena Anda pantas mendapatkannya," kata Swiatek.
Petenis nomor satu dunia itu menyoroti jadwal penyelenggara turnamen yang membuatnya harus menjalani pertandingan larut malam selama sepekan terakhir, beberapa di antaranya berakhir hingga dini hari. "Tidak menyenangkan bermain jam 1 pagi," ujar Swiatek.
"Meski begitu saya senang, saya bisa melewati pengalaman ini dan bertahan dan berada di final."

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
