Waketum I PBSI, Taufik Hidayat. (Antara)
JawaPos.com - Wakil Ketua Umum PP PBSI, Taufik Hidayat menyatakan bahwa rencana efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah tidak berdampak signifikan terhadap perkembangan bulu tangkis Indonesia. Program pelatih dan atlet akan terus berjalan.
Pemerintah saat ini tengah melakukan efisiensi di banyak bidang. Termasuk olahraga, dalam hal ini dikendalikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Anggaran Kemenpora RI turun dari yang awalnya Rp 2,3 triliun menjadi Rp 1,03 triliun.
Penurunan anggaran Kemenpora ini berdampak pada pemberian pemerintah kepada para organisasi cabang olahraga (cabor). Sejumlah cabor bahkan sudah ada yang mulai mengeluhkan karena jadi kesulitan untuk biaya pusat pelatihan nasional (Pelatnas).
Taufik Hidayat selaku Wakil Ketua Umum I PP PBSI, menyatakan bahwa bulu tangkis termasuk dalam cabor prioritas dari pemerintah untuk Olimpiade Paris 2028, sehingga PBSI tak akan khawatir.
"Saya rasa juga, kalau bulu tangkis dari dulu ada efisiensi, atau enggak (ada) efisiensi, mereka harus jalan tetap ya. Di mana kita sebagai pengurus, saya sebagai wakil sendiri kerja keras cari pendanaan untuk bulu tangkis gitu," kata Taufik Hidayat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Rabu (19/2).
"Karena kalau dilihat pertandingan untuk bulu tangkis setiap minggu ada ya. Dan kalau olahraga itu di stop terlalu lama gak bisa gitu loh," tambahnya.
Apalagi, kata Taufik Hidayat, jadwal turnamen dan pertandingan bulu tangkis cukup padat. "Dan itu sudah terjadwal pertandingan itu kan dari federasi internasionalnya (BWF) mereka harus ngikutin itu," katanya.
Taufik sendiri mengatakan bahwa sampai saat ini dana pagu dari Kemenpora untuk para cabor, termasuk PBSI juga belum cair. Perihal pengajuan anggaran PBSI, Taufik juga menilai hal itu yang tahu adalah Sekretaris Jenderal PBSI, Ricky Soebagdja.
"Kalau dari segi kita ngomong dari cabor, misalnya dari bulu tangkis, maunya juga semua dibantu. Tapi kan nggak mungkin juga, kita tahu diri lah. Sebagai pengurus bulu tangkisnya kita enggak (bisa maksa). Tapi setidaknya kan dari pemerintah ada perhatian," ucapnya.
Di satu sisi, Taufik Hidayat yang juga Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI tak menampik bahwa dampak efisiensi akan terasa pada PBSI. Tapi, dia memastikan bahwa rekonstruksi anggaran federasi bulu tangkis nantinya tak akan mengganggu program atlet.
"Mungkin (bagian yang terdampak efisiensi) kayak tim pendukung. Tapi kalau ke atletnya kita berharap kan masih tetap yang sama. karena kan yang paling vital itu kan atlet," jelas peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 ini.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
