
Taufik Hidayat. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat menyesali ketidakjujuran Anthony Ginting soal cedera yang dialami di Malaysia Open 2025. Dia menyebut pemain asal Cimahi, Jawa Barat itu sebenarnya sudah merasakan cedera dari sebelum beraksi.
Anthony Ginting mengawali tahun 2025 dengan buruk. Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia itu hanya mampu melaju hingga babak kedua di Malaysia Open 2025. Dia dikalahkan Kunlavut Vitidsarn (Thailand) dengan dua gim langsung 7-21, 10-21.
Setelah itu, Ginting seharusnya berlaga di India Open 2025. Namun, dia dikabarkan mengalami cedera tangan saat di Malaysia Open 2025 dan PBSI akhirnya menarik pemain nomor 11 dunia itu dari turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut.
Cedera itu membuat Anthony Ginting menepi lebih panjang. Dia kembali absen di Indonesia Masters 2025 dan diungkapkan oleh PP PBSI bahwa cedera tersebut bukan cedera baru, melainkan bawaan dari tahun lalu.
"Update kondisi Ginting, jadi cedera bahu ini kemarin setelah dikonsultasikan langsung ke Ginting, ini bukan cedera baru tapi cedera bawaan dari tahun lalu," kata Eng Hian pada Senin (20/1) lalu.
"Tahun lalu itu dia cuma lebih menahan. (Tahun lalu ada) kualifikasi Olimpiade, jadi dia terus menahan (cederanya), makanya dari turnamen ke turnamen dia hanya mengonsumsi pain killer. Itu kebutuhan, bukan karena medis tidak memberikan terapi, tapi karena kebutuhan mengejar poin untuk olimpiade," lanjutnya.
Taufik Hidayat selaku Wakil Ketua Umum I PP PBSI, cukup menyayangkan kondisi yang dialami Anthony Ginting. Dia menyebut seharusnya Ginting jujur saja meskipun Malaysia Open 2025 merupakan turnamen BWF World Tour level Super 1000.
"Memang di Malaysia Open itu enggak banyak (pesertanya) untuk ikut pertandingan kalau yang S1000 kan. Ginting kan juga sebenarnya ada cedera. Cuma kan nggak mau jujur dari awal bahwa itu cedera. Jadi ini pertandingan tuh kayak S1000 wajib ikut," katanya di Kemenpora RI, Kamis (30/1).
"Kalau memang sakit ya nggak usah pertandingan kan harusnya. Maksudnya jujur aja. Tinggal kita kalau memang mesti bayar ya bayar, kalau memang mesti ada dari surat dari dokter kan tidak ada masalah," tambah Taufik.
Pria yang juga Wakil Menteri Pemuda Dan Olahraga (Wamenpora) itu tak ingin pemain memaksakan diri ikut serta karena aturan wajib dari BWF, tapi tak fit dan akhirnya kalah di babak-babak awal seperti yang dialami Ginting.
"Jadi tidak hanya kewajiban ikut terus kalah babak awal, babak kedua kita juga tidak mau seperti itu. Jadi memang mindset-mindset itu harus diubah juga," tegasnya.
"Nah sekarang banyak pertandingan yang wajib ikut tapi dalam keadaan si atlet ini tidak fit juga. Jadi sekarang memang diubah, kalau memang belum fit kita tidak kirim pertandingan juga," pungkas Taufik Hidayat.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
