
Gerakan pukulan yang dilakukan golfer junior Surabaya AAA Shymphony Cinta Darmawan dalam Piala Walikota Surabaya 2024. (Foto: Narendra Prasetya/Jawa Pos)
JawaPos.com - Bermain golf tidak sekadar tentang kekuatan pukulan, kekuatan fisik, dan ketenangan mental. Seperti halnya cabor yang lain, pemahaman sports science pun akan sangat berguna dalam peningkatan kemampuan golfer, terutama golfer prestasi.
Hal ini disebabkan karena setiap cabang olahraga membutuhkan pendekatan sport science untuk meningkatkan performa atlet, mencegah cedera, dan mengoptimalkan strategi latihan.
Dengan penerapan pendekatan sport science, atlet dapat memahami teknik yang lebih efisien berdasarkan analisis prinsip biomekanika, fisiologi, psikologi olahraga, dan sebagainya.
Wakil Rektor bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Dwi Cahyo Kartiko menuturkan, aspek sports science pada cabang olahraga golf sudah harus dioptimalkan di setiap gerakan. Misal pada gerakan ayunan golf, merupakan gerakan kompleks yang melibatkan koordinasi tubuh yang merupakan bagian dari principles of coordination continuum, secara keseluruhan dapat dianalisis menggunakan prinsip biomekanika olahraga (salah satu cabang ilmu yang mendukung pendekatan sport science).
Gerakan itu terdiri dari beberapa tahap utama, yaitu setup, backswing, downswing, impact, dan follow-through. Pada tahap setup, keseimbangan tubuh harus dijaga dengan posisi kaki stabil dan lutut sedikit ditekuk agar kontrol gerakan optimal. Saat memasuki backswing, tubuh melakukan rotasi, menyimpan energi elastis di otot inti dan bahu, sementara kaki belakang menjadi tumpuan utama.
Selanjutnya, dalam fase downswing, terjadi transfer energi dari kaki menuju pinggul, punggung, lengan, hingga ke tongkat golf. Prinsip konservasi momentum sudut sangat berperan dalam meningkatkan kecepatan kepala tongkat, yang akan memengaruhi kekuatan pukulan.
Pada momen impact, tangan dan pergelangan harus stabil untuk mentransfer energi maksimal ke bola, sejalan dengan Hukum Newton III, di mana semakin besar gaya yang diberikan, semakin jauh bola melaju. Setelah kontak dengan bola, follow-through menjadi fase penting untuk menjaga keseimbangan dan mengoptimalkan pelepasan energi agar arah bola tetap terkontrol.
Di sinilah pentingnya pendekatan sport science. Melalui pendekatan sport science, golfer diminta supaya dapat memahami gerakan yang tepat ketika akan melakukan pukulan, terutama dalam memahami bentuk tubuh dan jalur pukulannya melalui evaluasi gerakan biomekanika yang dapat memberikan feedback secara kuantitatif dan kualitatif.
Beberapa faktor biomekanika dalam pendekatan sport science yang memengaruhi performa dalam golf antara lain keseimbangan tubuh, rotasi pinggul, posisi knee flexion, postur torso, posisi lengan, kecepatan kepala tongkat, serta sudut peluncuran bola.
Selain itu, pendekatan sport science juga berperan dalam meningkatkan performa atlet melalui latihan kekuatan inti, fleksibilitas pinggul, dan analisis gerakan berbasis teknologi semisal menggunakan aplikasi yang ada saat ini, bisa menggunakan Dartfist, Tracker atau applikasi gerakan lain yang mendukung sport science.
Dengan pemahaman biomekanika yang baik, pemain dapat meningkatkan efisiensi ayunan, memaksimalkan jarak pukulan, serta mengurangi risiko cedera, terutama pada punggung bawah dan pergelangan tangan.
Latihan fisik yang bertujuan untuk menambah kekuatan otot dan keluasaan sendi gerak dapat dilakukan secara terukur sesuai dengan hasil evaluasi performance. Penentuan dosis Latihan dan gerakan Latihan tentunya juga dapat disesuikan dengan kondisi atlet terutama untuk meningkatkan performance.
"Sejak awal mempelajari Golf, seorang Golfer sudah seharusnya memahami prinsip sport biomekanics sebagai salah satu bagian supporting pendekatan sport science, sekaligus mengoptimalkan peran tersebut," kata Cahyo dalam sesi wawancara di Gedung Rektorat Unesa, Kamis (13/2).
Cahyo menuturkan, pemahaman prinsip sport biomechanics sebagai bagian dari sport science dalam cabang olahraga, dapat mengurangi potensi terjadinya cedera. Terlebih ketika melakukan gerakan yang berlawanan dengan bentuk tubuh. Selain itu, pemahaman pada prinsip sport biomechanics juga akan menunjang performa Golfer di lapangan.
Seperti ketika posisi memukul di tee box, maka golfer mempelajari sudut terbaiknya dalam melakukan pukulan. Saat memukul di tee box, posisi tubuh harus stabil dengan kaki selebar bahu untuk menjaga keseimbangan. Bola biasanya ditempatkan di atas tee sesuai dengan jenis pukulan yang diinginkan lebih ke depan untuk driver agar menghasilkan lintasan tinggi dan jauh. Saat backswing, tubuh berputar dengan mengandalkan rotasi pinggul dan bahu untuk menyimpan energi.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
