
Pheng Shuai saat aktif sebagai petenis Tiongkok. Kasusnya sempat membuat WTA melakukan boikot menggelar event di Tiongkok, walau kini mencabutnya kembali.
JawaPos.com – Turnamen tenis putri profesional WTA akan kembali digelar di Tiongkok pada September 2023. Kebijakan WTA itu otomatis membuka segel 16 bulan boikot terhadap negara tersebut atas kekhawatiran terhadap keselamatan petenis Peng Shuai.
Mantan petenis ganda putri peringkat satu dunia itu belum pernah terlihat lagi di luar Tiongkok setelah menyatakan tuduhan, kemudian mencabutnya, tindakan kekerasan seksual yang dilakukan seorang pejabat ofisial setempat.
"Pada 2021, ketika petenis Peng Shuai dengan berani tampil, WTA mengambil sikap dengan menangguhkan operasi ajang-ajang di Tiongkok karena kekhawatiran terhadap keselamatannya dan keselamatan para pemain dan staf kami," kata WTA dalam laman resminya.
WTA sempat tidak yakin keputusannya itu diterima umum, namun pada akhirnya mereka mendapatkan dukungan karena telah "mengirim pesan yang kuat kepada dunia" meskipun pujian saja tidak cukup untuk membuat perubahan.
"Setelah 16 bulan menangguhkan kompetisi tenis di Tiongkok dan upaya berkelanjutan untuk memenuhi permintaan awal kami, situasinya tidak menunjukkan tanda-tanda akan berubah," lanjut pernyataan WTA.
"Kami telah memutuskan kami tidak akan pernah benar-benar meraih tujuan itu, dan pada akhirnya para pemain kami dan turnamen ini yang akan terkena dampak yang luar biasa dari pengorbanan mereka.”
"Karena alasan itu, WTA mencabut penangguhan operasi turnamen di Tiongkok dan akan meneruskan turnamen di sana pada September ini."
Pihak WTA juga menambahkan mereka telah berkomunikasi dengan orang-orang terdekat Peng dan diyakinkan bahwa sang petenis saat ini tinggal dengan aman dengan keluarganya di Beijing.
WTA pada Januari menyatakan telah meminta investigasi formal terkait tuduhan Peng tersebut dan kesempatan untuk bertemu dengan sang petenis membahas situasinya.
Mereka tidak akan menggelar turnamen di Tiongkok apabila tidak mendapatkan penyelesaian atas masalah yang dihadapi Peng, yang berani tampil di publik mengutarakan dugaan pelecehan yang dilakukan oleh seorang petinggi senior pemerintahan Tiongkok.
Lewat media sosial, Peng menyatakan petinggi tersebut memaksanya melakukan hubungan seksual selama menjalin hubungan dalam beberapa tahun. Setelah itu, dia dua kali membantah telah menuduh seseorang atas kekerasan seksual dan menggambarkan situasi yang dia hadapi sebagai suatu ‘kesalahpahaman yang sangat besar.’
Sementara itu, Tiongkok menjadi salah satu pangsa pasar terbesar WTA dalam satu dekade terakhir dan organisasi itu telah mengalami kerugian yang besar sejak turnamen di Tiongkok dibatalkan karena COVID-19 pada 2020.
Menyusul keputusan hari ini, maka musim kompetisi tenis putri tahun ini akan kembali ditutup dengan sejumlah turnamen di Tiongkok. Turnamen penutup WTA Finals akan melanjutkan kontrak 10 tahunnya dengan Kota Shenzhen.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
