Olahraga fullball. (Instagram Official Fullball)
JawaPos.com - Olahraga Fullball pertama kali ditemukan oleh Rizky Dwi Arief Prakoso bersama teman-temannya. Saat itu, Rizky terpikir memainkan sebuah olahraga yang menggunakan seluruh anggota badan seperti kaki dan tangan untuk mencetak skor.
Target yang digunakan tidak hanya menggunakan gawang lapangan futsal tetapi juga menambahkan fitur tambahan berupa Fullball target yang terbuat dari tiang besi yang menopang target berbentuk lingkaran untuk menjadi sasaran pemain mendapat poin.
Dikutip dari situs Official Fullball, permainan ini membutuhkan 5 orang dalam 1 tim. Masing-masing individu bakal menjalankan peran berbeda dan memiliki penyebutannya masing-masing sesuai dengan tugas yang diemban di lapangan,
Hustler, bertindak sebagai "kiper" yang juga memiliki peran bebas untuk bergerak di lapangan. Peran ini mengharuskan pemain untuk aktif menjaga gawang dan target dan bisa menambah opsi serangan di depan bila diperlukan.
Midliner, merupakan pemain yang berposisi di depan Hustler. Bertindak sebagai pemain yang turut membantu lini pertahanan dan pemain pertama yang membangun serangan dari lini belakang.
Sideliner, adalah posisi yang diisi oleh dua pemain sayap yang bertugas menyisir lebar lapangan untuk mencari celah dalam mencetak skor. Perannya juga penting untuk mengecoh barisan pertahanan lawan untuk rekan lainnya dapat ruang bebas.
Frontliner, adalah sosok "pivot" di lini depan. Ujung tombak sekaligus peran pemantul yang bisa jadi pembuka jalur serangan agar lebih bervariatif.
Permainan ini sedang dikembangkan ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. Salah satu daerah regional yang cukup berkembang yaitu regional Surabaya dari Provinsi Jawa Timur yang berhasil memberi mandat kepada salah satu tim andalannya, MAN Surabaya untuk maju ke babak final Cave Fullball Awakening Day 2025.
Walaupun kalah di partai puncak, kontingen dari Kota Pahlawan itu patut berbangga dengan perkembangan ekosistem olahraga fullball di Surabaya, sejak awal disosialisasikan.
"Kami memang masih perlu banyak belajar dan meningkatkan performa untuk bisa tampil sempurna di kompetisi selanjutnya. Komunitas kami sendiri juga sering mengadakan latihan rutin dan saat ini perkembangan lingkungan olahraga fullball di Surabaya berjalan konsisten di bawah bimbingan komunitas Fullball Surabaya" beber tim kepelatihan MAN Surabaya.
Harapannya, olahraga Fullball sendiri dapat diakui sebagai cabang olahraga yang memiliki wadah organisasi dalam bentuk federasi. Olahraga Fullball sendiri sudah mencoba merambah jalur internasional dengan menggelar pertandingan internasional pertama antara tim Fullball Indonesia dan tim Fullball Taiwan pada 12 Mei 2024.
Penyelenggaraan Cave Fullball Awakening Day 2025 tahun ini bisa jadi pembuka struktur kompetisi yang sehat untuk keberlanjutan olahraga Fullball ke depannya.
"Penyelenggaraan Cave Fullball Awakening Day 2025 tahun ini jauh lebih semarak dibanding tahun sebelumnya. Skala kompetisi coba dikembangkan lebih besar dan hasilnya sangat memuaskan." tutur Rizky yang ditemui selepas duel Celebrity Match.
"Kami sedang berupaya keras agar olahraga Fullball punya lembaga sendiri. Syarat yang diajukan adalah olahraga ini harus hadir di 12 provinsi di Indonesia. Perkembangan sekarang kita sudah buka regional di 6 provinsi dan harapannya terus berlanjut di provinsi lainnya. Beberapa tahun ke depan kita bisa diakui resmi di ajang sebesar PON, atau bahkan mendunia dengan Indonesia jadi tuan rumahnya" pungkas Rizky.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
