Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Desember 2024 | 20.57 WIB

Ranking Fajar/Rian Anjlok dan Prestasi Ganda Putra Terjun Bebas, Marcus Gideon: Harusnya PBSI Mulai Berbenah!

Legenda bulu tangkis dunia Marcus Gideon berbicara mengenai ganda putra Indonesia dan Fajar/Rian. (Dok: Dimas Ramadhan/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Marcus Gideon menyoroti penurunan prestasi ganda putra Indonesia, khususnya penghuni Pelatnas PBSI, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Mantan ganda putra nomor satu dunia itu berharap federasi segera berbenah.

Sektor ganda putra Indonesia pernah merajai rangkaian turnamen BWF World Tour selama beberapa tahun. Pada 2019 misalnya, di mana mereka mampu meraih 13 gelar dalam setahun.

Dominasi para pemain ganda putra Indonesia itu berlanjut pada 2022, setelah Covid-19 melanda pada 2020-2021. Setidaknya ada tujuh gelar BWF World Tour yang sukses diamankan.

Saat itu, dominasi ganda putra Indonesia terjadi tak lepas dari kehadiran pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sebagai andalan.

Kevin/Marcus saat itu menjadi nomor satu dunia sejak 2019 hingga empat tahun ke depan. Total 205 pekan duet berjuluk The Minions itu ada di puncak. Kemudian Ahsan/Hendra sempat menduduki nomor dua dan Fajar/Rian berada di posisi lima dunia.

Namun, dominasi ganda putra Indonesia perlahan meredup. Itu setelah mulai menurunnya Ahsan/Hendra dan Kevin/Marcus, dan hanya menyisakan Fajar/Rian yang terus melesat hingga jadi nomor satu dunia pada 27 Desember 2022.

Tapi, setelah itu, prestasi ganda putra benar-benar makin merosot. Fajar/Rian telah kehilangan takhtanya pada Oktober 2023 dan prestasi mulai seret. Pasangan berakronim FajRi itu bahkan sempat anjlok ke nomor 7 dunia dan tahun ini hanya mendapatkan All England 2024 saja.

Kevin/Marcus pada 2024 sudah menghilang. Keduanya pun memutuskan pensiun dan tak aktif dalam dunia bulu tangkis profesional lagi. Marcus gantung raket pada Maret, dan Kevin menyusul dua bulan kemudian alias Mei.

Marcus Fernaldi Gideon pun menyoroti penurunan prestasi ganda putra Indonesia, khususnya Fajar/Rian. Dia menyayangkan karena FajRi sebenarnya pengganti mereka.

"Ya emang waktu itu udah ada gantinya ya Fajar/Rian, tapi enggak tau kenapa, saya juga jarang ke dalam, bahkan hampir setahun saya belum ke pelatnas lagi, jadi enggak tahu di dalem," kata Marcus soal penurunan prestasi ganda putra.

Tapi, kata Marcus, penurunan prestasi dan pencapaian Fajar/Rian ini menandakan PBSI harus berbenah. Sebab, penurunannya terlalu drastis dan cepat.

"Harusnya dari PBSI mulai berbenah, karena kemarin dia sempat jago, baru aja rangking 1, kenapa? Pasti ada penyebabnya, enggak mungkin tiba-tiba lengser ke ujung," terang Marcus.

"Kalau lengser kedua sih gapapa, tapi ini tiba-tiba ketujuh, harusnya ada evaluasi kah, banyak pasti kekurangannya, tanya atletnya enaknya gimana? Kan udah pernah ranking 1 berarti levelnya ada di sana, kenapa bisa turun drastis," tambah pemain jebolan PB Tangkas Jakarta ini.

Menurut Marcus Gideon, penurunan prestasi Fajar/Rian bukan karena persaingan. Sebab, ganda putra sekarang sebenarnya terus merata dan itu sudah terjadi dalam beberapa tahun belakangan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore