
Conor McGregor. (Steve Marcus/Getty Images via AFP)
JawaPos.com - Conor McGregor, petarung Mixed Martial Arts (MMA) sudah menjadi ikon global. Dia memulai perjalanan kiprahnya dari jalanan Dublin hingga menjadi bintang UFC yang mendominasi ring-ring terbesar di dunia. Namun, cerita hidupnya jauh lebih kompleks daripada hanya sekadar kemenangan di atas ring. Ini adalah kisah tentang determinasi, pengorbanan, dan ambisi yang tak terhingga.
McGregor tumbuh di Crumlin, kawasan kelas pekerja di Dublin, Irlandia. Sejak muda, dia sering terlibat dalam pertarungan jalanan yang akhirnya membawanya untuk mencari pelatihan formal di sasana tinju. Namun, tinju tidak cukup bagi McGregor yang ambisius.
Ketertarikannya pada MMA membawanya ke dunia seni bela diri campuran. Tempat dia bertemu dengan pelatih John Kavanagh yang kelak menjadi sosok penting dalam kariernya.
Meskipun McGregor dikenal sebagai orang yang supel dan penuh percaya diri, masa remajanya juga dipenuhi dengan keraguan. Teman masa kecilnya, Tom Egan, menceritakan bagaimana McGregor sering bermimpi besar, bahkan saat mereka masih membeli majalah MMA di toko buku kecil di Dublin.
Mimpi itulah yang terus mendorong McGregor, meskipun pada saat itu dia hanyalah seorang pemuda berusia 19 tahun yang belum dikenal siapa pun.
Setelah memutuskan untuk fokus penuh pada MMA, McGregor sempat mengalami masa-masa sulit. Sebelum namanya menjadi besar, dia menjalani hari-hari sebagai pekerja serabutan. Sempat bekerja sebagai asisten tukang ledeng. Keadaan finansialnya juga sulit. Dia pernah hidup dari cek tunjangan pemerintah.
Di tengah kesulitan tersebut, McGregor tidak pernah berhenti bermimpi. Dia berlatih keras setiap hari di sasana Straight Blast Gym (SBG) di bawah bimbingan Kavanagh, yang melihat potensi luar biasa dalam diri McGregor.
Meskipun mengalami kekalahan pada beberapa pertandingan awal karier profesionalnya, McGregor tidak menyerah. Kekalahan yang paling memukul adalah saat ia dikalahkan oleh Artemij Sitenkov hanya dalam 69 detik pada 2008. Kekalahan tersebut membuat McGregor hampir menyerah pada mimpinya dan menghabiskan waktu berbulan-bulan di sofa rumah orang tuanya. Namun, dorongan dari Kavanagh dan Egan membantunya bangkit kembali.
Perjalanan McGregor menuju puncak mulai serius saat dia memenangkan gelar Cage Warriors di kelas bulu dan ringan. Kemenangan ini tidak hanya memberinya pengakuan di Eropa, tetapi juga membuka jalan baginya untuk bergabung dengan Ultimate Fighting Championship (UFC), organisasi MMA paling bergengsi di dunia.
McGregor segera menarik perhatian dengan gaya bertarungnya yang agresif serta kemampuan berbicaranya yang luar biasa. Pada 2013, ia melakukan debut di UFC dan segera meraih kemenangan besar. Momen puncaknya terjadi pada 2015 ketika ia mengalahkan Jose Aldo, yang saat itu tak terkalahkan selama hampir satu dekade, hanya dalam waktu 13 detik. Kemenangan ini menjadikannya juara kelas bulu UFC dan sekaligus melambungkan namanya sebagai salah satu petarung MMA terbaik di dunia.
Salah satu hal yang membuat McGregor unik adalah kemampuannya memvisualisasikan kemenangan dan mewujudkannya dalam kenyataan. Julukan "Mystic Mac" disematkan padanya karena ia sering meramalkan hasil pertandingan dengan tepat. McGregor tidak hanya mengklaim akan mengalahkan lawan-lawannya, tetapi ia juga sering memprediksi bagaimana dan kapan ia akan menang—dan prediksinya hampir selalu tepat.
Kepiawaiannya dalam berbicara juga menjadi daya tarik tersendiri. McGregor tidak hanya dikenal karena kemampuannya di dalam ring, tetapi juga karena keahliannya dalam "trash talk" yang sering memanaskan suasana sebelum pertandingan. Dengan gaya flamboyan dan karisma yang luar biasa, McGregor dengan cepat menjadi bintang global, melampaui popularitas petarung MMA lainnya.
Salah satu momen puncak dalam karier McGregor di luar MMA adalah pertarungannya melawan Floyd Mayweather, petinju legendaris yang saat itu memiliki rekor tak terkalahkan. Pertarungan ini, yang berlangsung pada Agustus 2017, dipandang banyak orang sebagai lelucon atau "money grab" karena McGregor tidak memiliki latar belakang tinju profesional. Namun, McGregor berhasil menarik perhatian jutaan penggemar olahraga dan mencetak sejarah sebagai salah satu pertarungan dengan pendapatan terbesar.
Meskipun McGregor akhirnya kalah dari Mayweather di ronde ke-10, pertarungan tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu atlet paling berpengaruh di dunia. Pertarungan ini tidak hanya membuat McGregor mendapatkan kekayaan yang luar biasa, tetapi juga semakin memperluas jangkauan pengaruhnya di luar dunia MMA.
Namun, dengan ketenaran dan kekayaan yang datang begitu cepat, McGregor juga mulai terlibat dalam berbagai kontroversi. Dari perseteruan dengan sesama petarung hingga insiden di luar ring, McGregor sering menjadi berita utama karena alasan yang salah. Salah satu momen yang paling diingat adalah ketika ia menyerang bus yang membawa Khabib Nurmagomedov, salah satu lawan terberatnya, menjelang UFC 223. Insiden ini tidak hanya membuat McGregor ditahan oleh polisi, tetapi juga mencoreng citranya di mata banyak penggemar.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
