Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Agustus 2024 | 14.17 WIB

WGM Medina Tantang Vo Thi Kim Phung di Japfa Chess Festival

Japfa Chess Festival 2024 digelar di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta, pada 17-23 Agustus. (Istimewa) - Image

Japfa Chess Festival 2024 digelar di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta, pada 17-23 Agustus. (Istimewa)

JawaPos.com–WGM Medina Warda Aulia melawan WGM Vo Thi Kim Phung dari Vietnam dalam pertarungan dwi tarung Japfa Chess Festival 2024. Ajang itu diikuti 546 pecatur dari 21 provinsi berlangsung di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta, pada 17-23 Agustus.

Pecatur dari luar negeri ikut mendaftar, antara lain dari Prancis, Malaysia, dan Filipina. Turnamen catur Japfa edisi ke-14 itu mempertandingkan 13 kategori. Yakni senior terbuka, senior putri, U-18, G-18, U-14,  G-14, U-10, G-10, veteran, beregu, terbuka catur cepat, terbuka catur kilat, dan dwi tarung.

Event berhadiah Rp 324 juta itu mengikuti aturan FIDE terbaru. Masing-masing, catur standar sistem Swiss 9 babak - 90 menit + 30 detik dan Catur cepat sistem Swiss 7 babak - 10 menit + 5 detik. Sedangkan catur kilat sistem Swiss 7 babak - 3 menit + 2 detik.

Direktur Corporate Affairs Japfa Rachmat Indrajaya menyatakan, turnamen yang digelar bersama PB Percasi itu menjadi ajang pemanasan bagi atlet menuju PON Aceh-Sumatera Utara pada 8-20 September. ”Mudah-mudahan bisa dilaksanakan tiap tahun,” ujar Rachmat Indrajaya.

Dia mengatakan, turnamen edisi 14 memiliki konsep berbeda. Pihaknya sudah menghelat rangkaian acara terlebih dulu. Dimulai Fun Chess Games di Tebet Ecopark Jakarta Selatan, dilanjutkan Street Challenge di area Car Free Day Sudirman Jakarta, dan pertandingan dwi tarung antara GM Susanto Megaranto lawan GM Novendra Priasmoro.

Japfa ingin menunjukkan komitmen dengan Percasi. Yakni bekerja sama untuk membina pecatur muda melalui program Japfa for Kids. Mudah-mudahan catur kita semakin digemari dan banyak berbicara di tingkat internasional,” tutur Rachmat Indrajaya.

Presiden Federasi Catur Asia Sheikh Sultan Bin Khalifa Al Nahyan yang turut hadir menyatakan rasa bangga bisa melihat para pecatur bertanding dalam satu ruangan.

Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto mengatakan, kehadiran Al Nahyan dimaksudkan untuk berdiskusi mengenai masa depan catur. Al Nahyan merupakan keponakan dari MBZ di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Namun, kedua tokoh tersebut berbeda pandangan soal masa depan catur. Utut menjelaskan, Al Nahyan menyebut kalau pecatur yang akan datang adalah pemain yang mahir di dunia maya atau online. Sedangkan versi Utut, pemain hebat harus dihasilkan lewat turnamen offline.

”Dia saya ajak diskusi, konsep catur klasik dan online hanya berbayar internet karena masa depan dunia maya kata dia. Tapi ini statement butuh pembuktian. Kalau dari saya, pecatur hebat bukan dari catur dunia maya,” ungkap Utut.

Utut menyampaikan, Al Nahyan senang melihat antusiasme turnamen yang diikuti banyak peserta. Termasuk anak-anak.

”Kalau lihat antusiasme anak-anak, semua orang senang. Ini SDM yang besar tapi gak mudah mewujudkan (jadi pecatur hebat). Problem utamanya masih sama, soal pendanaan,” ungkap Utut.

Utut menyampaikan, mencetak pecatur hebat harus dilalui dengan memperbanyak turnamen.

”Dari Japfa, akan lahir pecatur seperti Susanto (GM Susanto Megaranto) dan generasi berikutnya. Untuk menghasilkan pemain seperti Susanto, berapa banyak duit yang dihabiskan. Tiap tahun juga kirim ke turnamen luar,” beber Utut.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore