
Pemain bola basket berusia 39 tahun dari Amerika Serikat LeBron James mengigit medali emas dalam Olimpiade Paris 2024. (ANTARA/AFP/ARIS MESSINIS)
JawaPos.com - Setelah memberikan drama, emas, dan inspirasi dari penampilan legendaris mereka di Olimpiade, lima bintang olahraga ini diperkirakan akan meninggalkan panggung Olimpiade untuk selamanya, dikutip dari ANTARA.
Para bintang ini merupakan yang terbaik di cabang olahraganya masing-masing, mulai dari atletik, senam, tenis, renang, hingga bola basket.
Beberapa atlet ini mungkin patut dicantumkan julukan GOAT, Greatest of All Time, atau yang terbaik sepanjang masa. Jika pun tidak, mereka adalah olahragawan kelas atas yang mampu menjaga performa secara konsisten di level tertinggi dalam beberapa masa.
Berikut lima bintang olahraga yang berencana pensiun dari Olimpiade:
Baca Juga: Orang yang Tidak Tahu dengan Arah Hidup Mereka Biasanya Menampilkan 7 Perilaku Halus Ini, Apa Saja?
1. Andy Murray
Legenda tenis Inggris, Andy Murray, menolak memutuskan untuk pensiun dengan cara yang nyaman di Olimpiade Paris. Biasanya, para bintang olahragawan mengumumkan pensiun ketika dia memenangi gelar juara atua mencapai pencapaian besar.
Namun di usianya yang ke-37 tahun dan dihantui cedera, Murray mengumumkan bahwa Olimpiade ini akan menjadi penampilan terakhirnya di lapangan, di tengah-tengah sengitnya kompetisi.
Akan tetapi dia menunjukkan semangat pantang menyerah dalam pertandingan ganda putra melawan Jepang, menyelamatkan lima match point dan akhirnya memenangkan tie-break yang menegangkan. Meski akhirnya tersingkir di babak kedua oleh tim Amerika Serikat, Murray puas dengan penampilannya.
"Saya benar-benar bahagia saat ini. Saya senang dengan bagaimana semuanya berakhir," ujar Murray, yang terkenal dengan kemenangannya di Wimbledon dan dua medali emas Olimpiade, seperti dikutip dari AFP.
Dengan gaya khasnya, Murray menulis di X beberapa jam setelah pertandingan: "Tidak pernah suka tenis, kok."
2. Shelly-Ann Fraser-Pryce
Pelari Jamaika berusia 37 tahun ini sudah mengumumkan bahwa Paris akan menjadi "perpisahan terakhirnya". Setelah meraih delapan medali Olimpiade, termasuk tiga emas, Fraser-Pryce berharap menutup kariernya dengan catatan manis.
Namun, pengalaman di Paris tidak sesuai harapan. Setelah berhasil lolos dari babak penyisihan 100 meter dengan catatan waktu 10,92 detik, dia tidak muncul di babak semifinal karena cedera saat pemanasan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022