Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Juni 2024 | 17.30 WIB

Calon Ketum PBSI Harus Punya Leadership dan Kepedulian kepada Bulu Tangkis

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Komang Ayu Cahya Dewi berlatih di Pelatnas Bulu Tangkis di PBSI Cipayung, Jakarta, Selasa (7/3/2023). PBSI siap bekerja lebih keras agar lebih baik tahun depan. - Image

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Komang Ayu Cahya Dewi berlatih di Pelatnas Bulu Tangkis di PBSI Cipayung, Jakarta, Selasa (7/3/2023). PBSI siap bekerja lebih keras agar lebih baik tahun depan.

JawaPos.com–Ketua Harian PB Jaya Raya Imelda Wigoena membeberkan kriteria yang harus dipenuhi calon Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Menurut legenda bulu tangkis nasional itu, sosok ketum PBSI harus punya jiwa leadership atau kepemimpinan. ”Karena kalau tidak, bagaimana dia mau memimpin anak buahnya? Kalau tidak punya, sulit agar bawahannya itu menghormati dia,” ungkap Imelda Wigoena, ketua klub yang pernah melahirkan atlet-atlet nasional seperti Susy Susanti, Hendra Setiawan, Markis Kido, dan Marcus F Gideon itu.

Kata Cik Im, panggilan akrab Imelda Wigoena, sosok ketua PBSI juga harus yang mengerti banyak hal. Selain itu, pintar dalam menyelesaikan permasalahan organisasi.

Cik Im juga menambahkan, ketum PBSI perlu memiliki kepedulian terhadap bulu tangkis. Ketua Umum itu nanti harus berusaha untuk mengetahui soal bulu tangkis, seluruh seluk-beluknya dan itu tidak mudah.

”Jadi harus orang yang serius dan punya hati (untuk bulu tangkis),” ujar Cik Im.

”Sosok Ketum PBSI juga harus bisa membuat keputusan. Dia harus bisa menjadi decision maker. Bisa menangkap ide-ide, masukan dan informasi dari bawahan untuk menilai dan membuat keputusan,” tambah Imelda Wigoena.

Sejauh ini, Cik Im menilai, Sekretaris Jenderal PBSI Fadil Imran merupakan sosok yang pantas untuk mengemban tugas sebagai Ketua Umum PBSI. Bukan tanpa alasan, Cik Im mengaku tahu kualitas dan kapasitas Fadil Imran lantaran dia masuk tim Ad Hoc Olimpiade 2024.

”Saya melihat dia orang yang pintar. Saat bawahannya berbicara, saya lihat dia itu benar-benar menyimak. Jadi bisa mendengar masukan, dia juga bisa menilai bawahannya, nah ini pelatih ngerti loh,” ujar Cik Im.

”Saya lihat pak Fadil ini mendekati kriteria yang saya bilang soal Ketum PBSI yang ideal. Saya kan di Ad Hoc, saya melihat,” tandas dia.

PBSI diketahui akan segera menggelar pemilihan Ketua Umum baru untuk periode 2024-2028. Hal itu akan dilakukan dalam Musyawarah Nasional (Munas) 2024 di Surabaya, Jawa Timur, pada 9-11 Agustus.

Sementara itu, dukungan ketua PBSI daerah terhadap Fadil Imran pun semakin banyak. Dukungan tambahan terhadap Fadil dikemukakan Ketum PBSI Kepri Sukriadi, Ketum PBSI NTB Alfian Eikman, Ketum PBSI Kaltim Mudiyat Noor, Ketum PBSI Sulbar Amalia Fitri, Ketum PBSI Sumbar Ardiles, Ketum PBSI Sumut Suripno Ngadimin, Ketum PBSI Kalsel Anton Gunadi, Ketum PBSI Bali Winurjaya, Ketum PBSI NTT Alexander Feonary, Ketum PBSI Papua Tengah Yus Baminggen, dan Ketum PBSI Papua Selatan Halasson Fransisco. Total sudah ada 29 ketum PBSI daerah yang mendukung pencalonan Fadil Imran.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore