
Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie saat berlaga di babak pertama fase grup B BWF World Tour Finals 2023 di Hangzhou, Tiongkok, Rabu (13/12/2023). (ANTARA/HO/PP PBSI)
JawaPos.com–Jonatan Christie keluar sebagai juara All England 2024. Hasil itu didapat setelah mengalahkan rekannya Anthony Sinisuka Ginting dalam partai final di Utilita Arena, Birmingham, Minggu (17/3).
Dalam laga tersebut, Ginting tidak tampil pada performa yang bagus seperti saat melibas Viktor Axelsen. Dia tertinggal dengan cepat karena kesalahan sendiri. Ginting sempat tertinggal dengan skor 4-11 sebelum mampu mendapat momentum untuk mengejar skor.
Ginting sempat mengalami masalah pada jarinya dan mendapatkan perawatan medis. Dia sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 13-16. Namun, Jonatan segera kembali memegang kendali permainan lagi. Jonatan mendapat banyak sedekah poin dari Ginting. Pada akhirnya, set pertama berakhir dengan skor 15-21 untuk kemenangan Jonatan.
Gim kedua dimulai dengan ketat. Ginting mendapat dua poin awal, akan tetapi Jonatan mampu menyusul dan skor menjadi 6-6. Pada kedudukan 6-7, Jonatan melakukan challenge dan berhasil. Bola pukulan Ginting dinyatakan keluar. Setelah itu, poin beruntun mampu didapatkan Jonatan hingga skor menjadi 6-10.
Jonatan sangat percaya diri, tetapi Ginting tidak menyerah begitu saja. Reli cukup panjang terjadi sebelum Ginting membuat skor menjadi 7-10. Bahkan, smash keras Ginting sempat membuat skor menjadi 14-15.
Namun, momen kebangkitan Ginting sirna setelah Jonatan mendapat lima poin beruntun dan skor menjadi 14-20. Dari situ, Jonatan akhirnya menutup perlawanan Ginting dengan skor 14-21.
Jonatan menang dua gim langsung 21-15 dan 21-14 dalam tempo 55 menit. Itu adalah gelar pertama Jojo di All England. Pebulu tangkis 26 tahun tersebut berhak menjadi yang terbaik setelah penampilan gemilangnya selama turnamen.
Sebelum melibas Ginting, Jojo berhasil menyingkirkan Chou Tien-chen, Kunlavut Vitidsarn, Lakshya Sen, hingga unggulan kedua, Shi Yu Qi dari Tiongkok. Terlerpas dari keberhasilan Jonatan, All Indonesia Finals itu merupakan kebangkitan bulu tangkis Indonesia melalui PBSI.
Bagaimana tidak, pertemuan dua atlet kebanggaan Indonesia pada babak final turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu terjadi setelah penantian panjang 30 tahun. Setelah 30 tahun, PBSI akhirnya bisa kembali mengirimkan dua tunggal terbaiknya di partai puncak.
Terakhir kali laga all Indonesian final tunggal putra terjadi pada All England 1994, saat Hariyanto Arbi berhadapan dengan Ardy Bernardus Wiranata. Tentunya ketika atlet berhasil mencetak prestasi, dengan sendirinya atlet tersebut yang mendapatkan sorotan dan berbagai pujian, selayaknya PBSI pun pantas mendapatkan apresiasi pujian.
Hal itu tak lepas dari segala upaya untuk menjadikan atlet - atlet binaan menuai prestasi demi prestasi. Dan itu menjadi bukti nyata bahwa PBSI tak diam, namun tetap bekerja untuk memberikan prestasi.
Baru-baru ini, PBSI juga Tim Ad Hoc yang bertugas dan fokus untuk memperbaiki peringkat para atlet menuju Olimpiade 2024 Paris. Tim Ad Hoc dibentuk PBSI pada 7 Desember 2023, dengan Sekjen PP PBSI M. Fadil Imran ditunjuk sebagai ketua. Tim dilengkapi deretan mantan pemain bulu tangkis Indonesia, termasuk beberapa di antaranya adalah Christian Hadinata yang kini berperan sebagai direktur teknik.
Selain itu, Tim Ad Hoc juga diisi para ahli di berbagai bidang termasuk tim dokter, tim psikolog olahraga, ahli gizi, pemanfaatan sport science, hingga para mantan pebulu tangkis Indonesia sebagai mentor.
Para mentor tersebut adalah Taufik Hidayat (tunggal putra), Susy Susanti (tunggal putri), Candra Wijaya (ganda putra), Greysia Polii (ganda putri), dan Lilyana Natsir, serta Tontowi Ahmad (ganda campuran).

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
