
Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta.
JawaPos.com–Saat pemain lain sudah diberikan materi latihan hingga rencana kejuaraan apa saja yang diikuti, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo masih terus abu-abu. Khususnya Kevin.
Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta menuturkan, dalam surat keputusan (SK) pemanggilan pemain, Kevin termasuk yang dipanggil. ”Tapi sampai saat ini, dia bisa disebut belum maksimal datang,” ujar Alex Tirta di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
Saat ini, PBSI bersama Binpres baru Ricky Soebagdja akan melakukan langkah-langkah kepastian bagaimana nasib Kevin selanjutnya.
”Kevin sebelumnya (tidak hadir) istrinya hamil. Yang lalu dia menyampaikan minta waktu menunggu istrinya untuk mungkin pemeriksaan dan lain-lain,” tutur Alex Tirta.
Oleh sebab itu, pemilik klub PB Edist tersebut sudah meminta Ricky untuk memanggil Kevin. Tujuannya untuk memastikan status Kevin.
”Jadi bisa memutuskan terkait ke depan terkait pasangannya, Gideon,” ucap Alex Tirta.
Alex melanjutkan, pihaknya juga sudah menyiapkan atlet pengganti Kevin jika nanti memutuskan keluar dari Pelatnas. ”Saya kira soal penggantian itu, kuota kita siapkan dari yang baru-baru. Jadi yang dari bawah (Pratama) yang naik,” terang Alex Tirta.
Sejurus dengan Alex, legenda badminton Indonesia Christian Hadinata menuturkan, saat ini, selain menyiapkan senior untuk Olimpiade juga harus memiliki plan untuk pemain pratama di pelatnas.
Koh Chris -sapaan akrab Christian Hadinata menuturkan, dalam satu periode kepengurusan di PBSI, selalu yang dilihat adalah prestasi dari pemain senior. Sehingga seolah melupakan pemain pratama.
”Tapi saya lihat sekarang sudah mulai berimbang. Di Pratama ini juga banyak kan. Jangan sampai telat lagi. Bolong. Kejar ranking susah. Bisa gak di level 300 dan 500. Itu kan perlu pertandingan,” ungkap Christian Hadinata.
Sebelumnya, Koh Chris menilai sangat jauh perbandingan turnamen yang diikuti antara pemain utama dan pratama. ”Saat seniornya selesai masa tugas, setengah mati ngejarnya. Baru kepikiran,” ucap Christian Hadinata.
Dia mencontohkan bagaimana melesatnya An Se Young yang merupakan pemain kelahiran 2002. Secara usia, pemain Korea Selatan itu seangkatan dengan Putri Kusuma Wardani. Bahkan di bawah Gregoria Mariska Tunjung yang merupakan kelahiran 1999. Tapi, sejak junior, ASY sudah sangat sering mengikuti pertandingan demi pertandingan internasional.
”Jam terbangnya sudah sering banget dia sparingan sama atlet kita. Lewat pertandingan. Jadi dia cepat banget naiknya. Bahkan sering mengalahkan pemain senior kita,” ujar Christian Hadinata.
Bagi Koh Chris, sebagai pemain muda, kekalahan demi kekalahan di awal adalah hal yang lumrah. Tapi, di pertemuan selanjutnya sudah ada perlawanan berarti hingga bisa balik mengalahkan.
”Itu yang membuat kita ngejarnya lumayan sulit. Karena dia (ASY) sudah sering digebukin sama Carolina Marin, Pusarla Sindhu, Chen Yu Fei, dan pemain lainnya sejak muda,” ungkap Christian Hadinata.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
