Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Oktober 2023 | 18.16 WIB

Target Medali Meleset, apalagi Peringkat, Indonesia tanpa Medali di Hari Terakhir Asian Games

Sandi Firmansah (kanan) bertarung di cabor karate kelas Kumite -84kg. (NOC Indonesia / M. Rifqy Priadiansyah)

JawaPos.com – Masih teringat jelas kalimat yang diucapkan Presiden Joko Widodo saat pelepasan kontingen Indonesia menuju Hangzhou, Tiongkok, untuk berlaga di Asian Games. Saat itu kepala negara meminta target yang sudah dicanangkan finis 12 besar dinaikkan menjadi 10 besar.

Namun, kenyataan jauh dari harapan. Alih-alih bisa mewujudkan keinginan Jokowi, kontingen Indonesia justru gagal mencapai target yang dicanangkan sejak awal. Pada hari terakhir atlet Indonesia turun berlaga di Asian Games kemarin (7/10), tak ada medali lagi yang bisa diraih. Posisi tim Merah Putih stuck di urutan ke-13 klasemen perolehan medali.

Dari 19 atlet yang berlaga di 9 cabang olahraga (cabor) kemarin, hasilnya nirmedali. Termasuk para atlet di tiga cabor andalan, yakni karate, panahan, dan angkat besi.

Ratih Zilizati Fadhly, harapan terakhir panahan Indonesia, harus mengakui ketangguhan wakil India Aditi Gopichand Swami dengan skor 140-146 dalam pertandingan final perebutan perunggu nomor individual compound.

Nasib serupa dialami Nurul Akmal di cabor angkat besi. Lifter 30 tahun itu juga harus pulang tanpa medali setelah menempati urutan keempat dalam final +87 kg putri. Nurul ”hanya” mampu mengangkat beban total seberat 261 kg (115 kg snatch serta 146 kg clean & jerk).

Total angkatannya terpaut 14 kg dari Duangaksorn Chaidee, lifter Thailand peraih perunggu. Emas dan perak direbut duo lifter Korea Selatan, Park Hye-jeong (294 kg) dan Son Young-hee (283 kg).

Sementara itu, dari cabor karate, Sandi Firmansyah (-84 kg putra), Cok Istri Agung Sanistyarani (-55 kg putri), dan Dessyinta Rakawuni Banurea (+68 kg putra) sebagai tiga harapan terakhir juga gagal menyumbang medali. Ketiganya gagal setelah Sandi dan Dessyinta tersisih di perempat final. Coki takluk oleh Fatemeh Saadati (Iran) dengan skor 0-3 dalam pertandingan perebutan perunggu.

Cabor karate pun secara keseluruhan ”hanya” mampu menyumbang satu medali lewat Ignatius Joshua Kandou di kelas 75 kg putra. Padahal, karate termasuk cabor yang ditargetkan meraih emas oleh pemerintah.

”Atlet sudah tampil maksimal. Hanya, rezeki belum diberikan. Mohon maaf kepada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat karate,” kata Jintar Simanjuntak, pelatih tim karate kelas kumite Indonesia, ketika dihubungi Jawa Pos, kemarin.

Dengan hasil ini, perolehan medali kontingen Indonesia di Asian Games 2022 tidak berubah. Skuad pimpinan Chef de Mission Basuki Hadimuljono mengakhiri multievent tingkat Asia tersebut dengan duduk di urutan ke-13 dengan total 36 medali. Perinciannya, 7 emas, 11 perak, dan 18 perunggu.

Capaian tersebut di bawah target pemerintah, yaitu meraih 12 emas dan finis di 12 besar. Ada peluang posisi Indonesia tergeser karena kontingen negara lain berpotensi meraih medali pada hari terakhir hari ini.

Asisten Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Bayu Rahadian sadar bahwa target untuk Asian Games 2022 telah meleset. Karena itu, pihaknya berjanji melakukan evaluasi. Namun, Kemenpora menunggu laporan dari tim Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON).

”Nanti juga ada tim yang mengevaluasinya. Kemenpora tentu menunggu laporannya seperti apa. Nanti kami kaji bersama,” jelasnya. 

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore