
Lifter Indonesia Rizky Juniansyah meraih emas di SEA Games 2025. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Lifter Rizki Juniansyah berhasil meraih meraih emas SEA Games 2025 di kelas 79 kilogram putra. Keberhasilan itu didedikasikan olehnya untuk sang ayahanda yang telah berpulang.
Rizki Juniansyah sukses menyabet emas di kelas 79 kg putra dengan mantap tanpa halangan apapun. Dia mencatatkan total angkatan 365 kg, berjarak sangat jauh dengan pemilik medali perak Erry Hidayat dari Malaysia (336 kg) dan Natthawut Suepsuan (335 kg) dari Thailand yang dapat perunggu.
Atas pencapaian itu, Rizki Juniansyah mengaku sangat bersyukur. Apalagi ini merupakan emas keduanya dalam SEA Games, setelah sebelumnya ia dapatkan pasa edisi 2023 di Kamboja di kelas 73 kg.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur. Ini adalah medali emas ketiga saya di SEA Games,” ujar Rizki Juniansyah saat disambut Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Kamis (18/12) malam.
“Insyaallah, saya akan terus mempertahankan prestasi saya, baik di SEA Games, Asian Games maupun Olimpiade," tambahnya.
Pencapaian Kijun, sapaan akrab Rizki Juniansyah, semakin terasa istimewa karena dia bukan hanya meraih emas, tapi juga memecahkan rekor dunia. Lebih tepatnya mempertajam catatannya sendiri pada angkatan clean and jerk dan angkatan total.
Pada angkatan clean & jerk, dia berhasil mengangkat beban 205 kg, memecahkan rekor pribadi yang sebelumnya 204 kg di Kejuaraan Dunia 2025 pasa Oktober lalu. Sementara pada angkatan total, Kijun mengggeser catatan milik lifter Mesir Abdelrahman Younes dengan 362kg.
"Sebenarnya rekor itu tidak disengaja. Di pertandingan saya mencoba-coba saja karena ada kesempatan untuk memecahkan rekor. Saya memecahkan rekor Clean & Jerk dan total angkatan," terang Kijun.
"Karena kelas 79 kg akan ditutup tahun depan dan kembali ke kelas 75 kg, kemungkinan saya akan turun kembali ke kelas 75 kg. Rekor di kelas 79 kg juga akan dihapus," tambahnya.
Lebih lanjut, Kijun menerangkan medali emas ini memiliki makna mendalam dan sangat penting. Ia mempersembahkan keberhasilannya untuk almarhum ayahnya, Muhammad Yasin. Di sisi lain, Kijun juga enggan cepat puas karena masih ada target yang belum pernah ia gapai, yakni emas Asian Games.
“Tentu untuk Indonesia dan untuk almarhum ayah saya. Ini saya dedikasikan untuk ayah yang melatih saya dari nol sampai sekarang,” tuturnya.
"Sekarang target medali emas saya kurang satu lagi, tinggal Asian Games,” ucap Kijun menambahkan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
