Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 September 2023 | 20.36 WIB

Hasil Evaluasi PP PBSI Terkait Buruknya Penampilan Beregu Putra-putri di Asian Games 2022

Muhammad Rian Ardianto (kiri) dan Fajar Alfian saat menghadapi tim beregu Korea Selatan. Indonesia menyerah 1-3. (Antara/M Risyal Hidayat) - Image

Muhammad Rian Ardianto (kiri) dan Fajar Alfian saat menghadapi tim beregu Korea Selatan. Indonesia menyerah 1-3. (Antara/M Risyal Hidayat)

JawaPos.com – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky, memberikan evaluasi terkait penampilan beregu putra dan putri yang tersisih di perempat final Asian Games 2022 Hangzhou.

Kedua tim tidak mampu melanjutkan langkah mereka menuju semifinal nomor tersebut. Tim putra kalah dari tim Korea Selatan dengan skor 1-3, sementara tim putri kalah dari tim tuan rumah Tiongkok 0-3.

“Pastinya kita tidak puas dengan hasil ini, tapi saya langsung meminta anak-anak untuk menjadikan ini sebagai pelajaran besar dan motivasi agar tidak terulang di nomor perorangan nanti,” kata Rionny, dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (30/9).

Di beregu putri, Rionny mengakui bahwa lawan lebih berpengalaman, namun dia menilai Gregoria Mariska Tunjung, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadanti, dan Putri Kusuma Wardani sudah memberikan perlawanan maksimal.

“Gregoria memang beban terlalu berat kalau saya lihat, jadi kurang bisa bermain lepas. Dia juga merasa tidak puas dengan penampilannya,” terang Rionny.

“Untuk Apri/Fadia dan Putri, mereka sudah berjuang. Walau kalah, tapi ini harus menjadi keyakinan bahwa sebenarnya kemampuan mereka sudah seimbang, sudah satu level. Hanya kalah pengalaman,” imbuhnya.

Bergeser ke beregu putra, menurut Rionny, kelengahan dan bermain kurang yakin menjadi faktor penyebab kekalahan tim.

“Di beregu putra start kita sudah baik. Anthony (Sinisuka Ginting) bisa mengatasi tekanan di partai pertama. Fajar/Rian juga bermain apik di pembuka laga, sayang memang di gim kedua ada kesempatan-kesempatan untuk menyelesaikan pertandingan, tapi malah terlalu terburu-buru. Bila mengambil peluang skor 2-0 terlebih dahulu, mungkin ceritanya bakal berbeda,” jelas Rionny.

“Begitu juga dengan Leo/Daniel. Setelah unggul jauh, mereka malah memberi angin untuk lawan padahal lawan bermain tanpa beban. Kelengahan itu akhirnya membuat mainnya kurang yakin dan ragu-ragu,” tambahnya.

Menyoal Jonatan Christie yang main di bawah performa terbaiknya, Rionny menyebut ada ketegangan yang dialami pebulu tangkis tersebut.

Namun, perjuangan tim bulu tangkis Indonesia di Asian Games 2022 belum sepenuhnya berakhir, masih ada nomor perorangan yang bakal dipertandingkan pada 2-7 Oktober.

“Masih ada nomor perorangan yang akan dipertandingkan. Fokus saya dan tim pelatih sekarang bagaimana mengembalikan dulu mood, semangat, dan kepercayaan diri mereka. Kami mau mereka jangan terlalu lama down, bangkit dan kembali siap,” kata Rionny.

“Di sisa dua hari ini, kami akan maksimalkan latihan. Membenahi teknis maupun nonteknis. Terutama yang tadi bagaimana mengatasi kelengahan, ragu-ragu yang tiba-tiba muncul karena beberapa kali melakukan kesalahan sendiri. Mencari solusi bagaimana bisa cepat kembali fokus dan yakinnya,” imbuhnya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore