Apriyani Rahayu (bawah) and Siti Fadia Silva Ramadhanti merayakan gelar juara Hongkong Open di sektor ganda putri.
JawaPos.com – Paceklik gelar bagi tim Indonesia akhirnya berakhir di Hongkong Open Super 500. Skuad Merah Putih berhasil meraih dua gelar juara dan satu runner-up. Juara didapat ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang mengalahkan wakil Malaysia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (14-21, 24-22, 21-9).
Gelar berikutnya dipersembahkan tunggal putra Jonatan Christie yang menundukkan andalan Jepang Kenta Nishimoto (12-21, 22-20, 21-18) di Hong Kong Coliseum, Minggu (17/9). Sementara itu, ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin ditaklukkan jagoan Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (10-21, 24-22, 19-21).
Bagi Apriyani/Fadia, kemenangan itu menjadi penantian panjang. Kali terakhir keduanya juara pada tahun lalu di Singapore Open yang berlangsung pada 12–17 Juli 2022. ’’Hasil ini bisa membawa kami terus percaya diri dan terus meraih prestasi. Kami sangat senang dan tidak bisa berkata-kata lagi,’’ kata Apriyani seperti dikutip Humas PBSI.
Menurut dia, Pearly/Thinaah bermain spartan. Hanya, menjelang akhir pertandingan, tepatnya pada kedudukan 18-6 untuk keunggulan Apriyani/Fadia, Pearly Tan mengalami cedera saat mencoba mengembalikan bola.
Namun, dengan kondisi cedera, Pearly tetap melanjutkan permainan hingga tuntas. ’’Kami mendoakan yang terbaik untuknya (Pearly). Semoga cederanya tidak terlalu serius, bisa recovery dengan baik,’’ harap Apriyani.
Fadia menambahkan, keberhasilan merebut gelar juara tidak boleh membuatnya puas. ’’Kami senang. Tapi, kami harus tetap haus akan gelar. Jangan mudah puas dan kami mau momentum bagus ini bisa terus kami pertahankan. Kami ingin selalu konsisten,’’ tandas Fadia.
Jonatan Christie merayakan gelar juara di Hongkong Open.
Sementara itu, bagi Jojo –sapaan Jonatan Christie– gelar juara tersebut menjadi kali keduanya di 2023. Sebelumnya, dia sukses merebut gelar di Indonesia Masters pada 24–29 Januari. ’’Puji Tuhan, ini berkat Tuhan lagi.
Game pertama saya sudah kalah, di game kedua juga mepet-mepet skornya, tapi saya tidak mau menyerah. Saya tahu Tuhan bawa saya ke sini pasti ada tujuannya dan saya bisa mewujudkannya,’’ ujar Jojo.
Ya, bagi dia, pantang menyerah adalah resep untuk meraih gelar juara. Sebab, dia sadar Nishimoto adalah pemain yang sangat ulet dan susah dimatikan. Hal itu terlihat dari pertandingan kontra Anthony Sinisuka Ginting di babak semifinal sebelumnya. ’’Ginting yang sudah menyerang dengan bagus, tapi tidak bisa menembusnya.
Secara skill dan kemampuan, saya rasa tadi kami seimbang. Saya hanya berusaha dan bekerja keras, sisanya saya serahkan semua pada Tuhan,’’ ucapnya. Setelah ini, pemain andalan Indonesia langsung bersiap menuju Asian Games Hangzhou 2022. ’’Tidak banyak waktu. Tapi, gelar ini membawa tambahan kepercayaan diri buat kami,’’ sebut Apriyani.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
