Rehan Naufal (kanan) yang dinilai kegemukan.
JawaPos.com – Rehan Naufal Kusharjanto mendapat perhatian khusus selama tampil di Kejuaraan Dunia 2023. Salah satunya karena berat badan. Bodi pasangan Lisa Ayu Kusumawati di sektor ganda campuran tersebut dianggap tidak proporsional.
Terkait hal itu, Rehan menceritakan, seluruh pemain di Pelatnas PBSI Cipayung setiap kali mau tampil di pertandingan pastinya menjalani timbang berat badan terlebih dahulu. ’’Di situ ada ukuran otot, lemak, dan lainnya. Ada dokter khusus juga untuk masalah berat badan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos.
Karena itu, di setiap timbang berat badan tersebut, ada grafik serta perbandingan dengan yang ditimbang sebelumnya. ’’Kemarin terakhir timbang beratnya naik, lemaknya turun 2 persen, tetapi otot naik 3 persen. Sekarang berat saya 72 kg,’’ tuturnya.
Rehan melanjutkan, dirinya pernah berada pada posisi berat badan di 67–68 kg. ’’Tapi, apa yang terjadi, badan saya lemas tidak ada tenaga. Padahal, pas di berat itu, saya sudah nge-gym terus. Tapi, tetap saja badan lemas sering kram,’’ ucapnya.
Karena itulah, dia berkonsultasi dengan sang ayah yang merupakan legenda ganda campuran Indonesia, Tri Kusharjanto. ’’Setelah saya nanya ayah, katanya perut boleh buncit. Tapi, gym-nya harus ekstra lagi,’’ ujar peraih juara Hylo Open 2022 itu.
’’Ya sudah, akhirnya saya nurutin ayah. Karena saya nggak bisa ngurangin makan, saya cuma bisa jaga makan,’’ lanjutnya.
Saat malam, Rehan mengurangi gula dan tidak nyemil. ’’Tapi, karena posisinya saya pertandingan terus, jadi agak susah mau nge-gym (secara intensif),’’ sebut pria 23 tahun itu. Disinggung berat badan ideal untuknya, Rehan memiliki jawaban pribadi.
’’Untuk saya, selagi ngerasa pas main tidak berat dan nyaman, buat saya itu sudah cukup, sih. Tapi, saya tetap melakukan penguatan dan nambahin otot lagi,’’ ujarnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
