
Photo
JawaPos.com-Olimpiade ditunda. Artinya, ada kesempatan lebih lama untuk mematangkan persiapan. Namun, itu tidak berlaku bagi atlet-atlet senior.
Misalnya, pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan lifter Eko Yuli Irawan. Mereka, yang usianya sudah lebih dari 30 tahun, berisiko kehilangan peak performance.
Ahsan lahir pada 7 September 1987. Hendra tiga tahun lebih tua, yaitu 25 Agustus 1984. Ketika Olimpiade berlangsung tahun depan, mereka masing-masing sudah berusia 34 dan 37 tahun.
Hendra mengakui, mereka tidak muda lagi. Namun, Hendra menolak bahwa mundurnya Olimpiade bakal menimbulkan masalah bagi dirinya dan Ahsan.
’’Menurut saya, sudah tepat kalau Olimpiade diundur. Yang penting, sekarang jaga kesehatan,’’ kata Hendra saat dihubungi Jawa Pos melalui layanan pesan singkat kemarin.
Menurut Hendra, fisik memang jadi faktor utama di usianya sekarang. Ajang All England 2020 dua pekan lalu menjadi pembelajaran yang berarti. Saat itu mereka terhenti di babak perempat final. Kalah oleh pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe lewat dua game langsung. The Daddies, Ahsan/Hendra pun gagal mempertahankan gelar.
Kekalahan itu terjadi lantaran kondisi fisik keduanya terkuras pada dua babak sebelumnya. Sejak babak pertama, mereka harus menyelesaikan pertandingan lewat rubber game. ’’Di samping itu (fisik), mereka (Endo/Yuta) tampil bagus,’’ jelasnya.
Hendra dan Ahsan sudah menambah porsi latihan fisik di gym. Mereka juga disiplin menjalankan gaya hidup sehat. Di antaranya, menjaga asupan gizi dan tidur cukup.
Gaya hidup itu akan dipertahankan Hendra dan Ahsan, bahkan mungkin diperbaiki agar hasilnya maksimal. ’’Umur segini, fisik gampang turun kalau nggak dijaga,’’ ucap pemain yang sering ditunjuk menjadi kapten di kejuaraan beregu tersebut.
Sementara itu, Eko Yuli Irawan juga menyikapi penundaan Olimpiade dengan positif. ’’Tidak ada ruginya, persiapan bisa lebih panjang. Masalah program, kan tinggal dilanjutkan. Tidak ada perubahan. Event juga kan sementara dibatalin semua,’’ paparnya.
Eko berhasil tampil konsisten sejak 2018. Ditandai dengan emas Asian Games 2018, lalu merebut gelar juara dunia di kelas baru 61 kg. Tahun lalu, dia memang kehilangan gelar juara dunia. Namun, Eko masih mempertahankan posisi kedua di klasemen kualifikasi Olimpiade Tokyo.
Eko berusia 31 tahun pada 24 Juli mendatang. Dia optimistis bisa menjaga peak performance hingga saat itu tiba. Dirdja Wihardja, pelatih kepala pelatnas angkat besi, juga sepakat.
’’Tidak masalah. Untuk latihan, ubah saja periodisasinya dan tetap fokus. Ibaratnya tetap tabung power, tak ada yang sia-sia,’’ tuturnya.
---
POSISI AMAN KE TOKYO
ATLETIK
Lalu Muhammad Zohri (100 meter)
Potensial
Sapwaturrahman (lompat jauh)
Emilia Nova (lari gawang)
ANGKAT BESI
Eko Yuli Irawan (61 kg)
Windy Cantika Aisah (49 kg)
Potensial
Nurul Akmal (+87 kg)
BULU TANGKIS
Marcus Fernaldi Gideon
Kevin Sanjaya Sukamuljo
Mohammad Ahsan
Hendra Setiawan
Praveen Jordan
Melati Daeva Oktavianti
Greysia Polii
Apriyani Rahayu
Anthony Sinisuka Ginting
Jonatan Christie
Potensial
Hafiz Faizal
Gloria Emanuelle Widjaja
Gregoria Mariska Tunjung
PANAHAN
Diananda Choirunnisa
Riau Ega Agatha Salsabila
MENEMBAK
Vidya Rafika Toyyiba
POTENSIAL
Fathur Gustavin

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
