
Pelatih basket Timnas Indonesia Rajko Toroman (Tengah) saat latihan di GBK arena, Jakarta. HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS
JawaPos.com-Tidak ada yang bisa dijanjikan timnas basket Indonesia di SEA Games 2019. Dominasi tuan rumah Filipina di Asia Tenggara terlalu kuat. Apalagi, kita gagal mendapatkan pemain naturalisasi. Dengan mengandalkan kekuatan lokal, bisa mendapatkan medali perak saja sudah lumayan.
Sepanjang sejarah SEA Games, Indonesia tidak pernah sekali pun membawa pulang medali emas. Capaian terbaik yang bisa didapat adalah sebagai runner-up. Sejak 1977, artinya 19 kali SEA Games, kita hanya pernah meraih empat medali perak. Untuk bersaing di bawah Filipina pun, kita masih tertinggal dari Malaysia dan Thailand.
PP Perbasi sudah berusaha keras memperbaiki kekuatan timnas putra dan putri. Di sektor putra, induk olahraga basket Indonesia itu memanggil pelatih berkebangsaan Serbia, Rajko Toroman, sebagai head coach. Dia pernah sukses menangani timnas dan beberapa klub di Filipina. Juga di Timur Tengah.
Selain itu, PP Perbasi hunting pemain asing untuk dinaturalisasi. Misalnya, Denzel Bowles dan Brandon Jawato. Keduanya dari AS. Lalu, terakhir, timnas kedatangan center kelahiran Dominica, Lester Prosper. Dia sebelumnya bermain di Liga Basket Inggris. Namun, ketiganya mengalami masalah. Bowles punya problem psikologis, sedangkan dokumen Jawato dan Prosper belum beres.
Toroman pun harus bekerja dengan skuad ’’seadanya’’. Full pemain lokal. Latihan sudah digeber intensif sejak Juni. Sebagai upaya terakhir untuk memantapkan persiapan, dia membawa Kaleb Ramot Gemilang dkk ke negerinya, Serbia. Mereka menjalani training camp selama tiga pekan. Hasilnya, menurut Toroman, cukup memuaskan.
’’Peningkatan terbesar dari para pemain, sekarang mereka mampu menjaga posisi. Itu bagus,’’ ungkap pria yang akrab disapa Coach Toro tersebut. ’’Awalnya, sulit untuk menyesuaikan karena kami punya problem dengan perbedaan bola dan ukuran berat badan. Tetapi, semakin hari mereka jadi mampu membaca apa yang terjadi di lapangan dan mulai mengecoh lawan,’’ lanjutnya.
Selama di Serbia, timnas sempat sparing dengan klub-klub divisi 1 setempat. Dari segi hasil, memang mereka masih lebih sering kalah. Coach Toro bilang, kekalahan tersebut lebih banyak dipengaruhi postur. Bukan teknik. Selain itu, selama di sana Kaleb dkk diajak untuk menyaksikan Euroleague alias Liga Basket Eropa.
’’Supaya kami kebuka wawasan basketnya. Di Indonesia sudah merasa paling jago, ternyata di Euroleague belum ada apa-apanya. Seumuran kami atau di bawah kami banyak yang lebih jago,’’ cerita Kaleb. ’’Ada beberapa sistem permainan yang bisa kami contoh eksekusinya. Biasanya kan Coach Toro kasih instruksi apa, tapi kami nggak ngerti. Setelah nonton, baru paham, ternyata gini,’’ tuturnya.
Di SEA Games nanti, Indonesia berada dalam grup B bersama Malaysia, Kamboja, dan Thailand. Timnas Negeri Gajah Putih jadi lawan terberat yang harus dihadapi selama fase grup. Mereka peraih perunggu edisi 2017. Indonesia pernah satu grup dengan timnas Thailand di fase grup Asian Games 2018 lalu. Hasilnya, Indonesia menang. Tapi, saat itu kita punya pemain naturalisasi Jamarr Andre Johnson.
Sekarang situasinya berbalik. Mereka kini lebih kuat. Thailand punya pemain naturalisasi asal AS, Tyler Lamb. ’’Kami akan coba. Kalau tanding lawan Thailand di awal akan susah. Tapi, tim ini tahu cara bermain,’’ kata Toro.
’’Lawan memang punya kualitas individu yang bagus dibandingkan kami. Hanya, chemistry tim ini lebih kuat. Tiga bulan sudah berlatih keras. Saya rasa kami bisa mengatasi Thailand,’’ yakin pelatih berusia 64 tahun itu.
Yang terpenting, kata Toro, adalah berusaha menjadi juara grup dulu supaya di babak semifinal tidak langsung bertemu dengan Filipina. Dengan begitu, kesempatan untuk melangkah ke babak final lebih besar. ’’Kalau ditanya soal medali, itu akan jadi tantangan besar buat kami yang main tanpa pemain asing,’’ kata Toro.
Soal strategi permainan, tidak ada yang hal spesifik yang disiapkan. Toro lebih menekankan untuk memperkuat defense lantaran skill para pemain Indonesia masih kalah. Kaleb dkk harus menggalang pertahanan yang solid supaya tidak gampang ditembus lawan.
---
SKUAD PUTRA
Andakara Prastawa Dhyaksa
Hardianus Lakudu
Reggie William Mononimbar
Abraham Damar Grahita
Avan Seputra
Mei Joni
Kaleb Ramot Gemilang
Laurentius Steven Oei
Vincent Rivaldi Kosasih
M. Reza Fahdani Guntara
Juan Laurent Kokodiputra
M. Hardian Wicaksono
Kevin Yonas Sitorus
PUTRI (belum resmi)
Henny Sutjiono
Husna Aulia Latifah
Priscilla Annabel Karen
Lea Kahol
Visca Dewi Syamsuri
Kadek Pratita Citta Dewi
Yuni Anggraeni
Annisa Widyarni
Clarita Antonio
Gabriel Sophia
Adelaide Calista Wongsohardjo
Dora Lovita
Agustin Gradita Retong
Kimberly Pierre-Louis
Wulan Ayuningrum

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
