Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 November 2019 | 17.54 WIB

Gagal Ikat Pemain Naturalisasi, Perak Saja Sudah Sangat Berat

Pelatih basket Timnas Indonesia Rajko Toroman (Tengah) saat latihan di GBK arena, Jakarta. HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS - Image

Pelatih basket Timnas Indonesia Rajko Toroman (Tengah) saat latihan di GBK arena, Jakarta. HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS

JawaPos.com-Tidak ada yang bisa dijanjikan timnas basket Indonesia di SEA Games 2019. Dominasi tuan rumah Filipina di Asia Tenggara terlalu kuat. Apalagi, kita gagal mendapatkan pemain naturalisasi. Dengan mengandalkan kekuatan lokal, bisa mendapatkan medali perak saja sudah lumayan.

Sepanjang sejarah SEA Games, Indonesia tidak pernah sekali pun membawa pulang medali emas. Capaian terbaik yang bisa didapat adalah sebagai runner-up. Sejak 1977, artinya 19 kali SEA Games, kita hanya pernah meraih empat medali perak. Untuk bersaing di bawah Filipina pun, kita masih tertinggal dari Malaysia dan Thailand.

PP Perbasi sudah berusaha keras memperbaiki kekuatan timnas putra dan putri. Di sektor putra, induk olahraga basket Indonesia itu memanggil pelatih berkebangsaan Serbia, Rajko Toroman, sebagai head coach. Dia pernah sukses menangani timnas dan beberapa klub di Filipina. Juga di Timur Tengah.

Selain itu, PP Perbasi hunting pemain asing untuk dinaturalisasi. Misalnya, Denzel Bowles dan Brandon Jawato. Keduanya dari AS. Lalu, terakhir, timnas kedatangan center kelahiran Dominica, Lester Prosper. Dia sebelumnya bermain di Liga Basket Inggris. Namun, ketiganya mengalami masalah. Bowles punya problem psikologis, sedangkan dokumen Jawato dan Prosper belum beres.

Toroman pun harus bekerja dengan skuad ’’seadanya’’. Full pemain lokal. Latihan sudah digeber intensif sejak Juni. Sebagai upaya terakhir untuk memantapkan persiapan, dia membawa Kaleb Ramot Gemilang dkk ke negerinya, Serbia. Mereka menjalani training camp selama tiga pekan. Hasilnya, menurut Toroman, cukup memuaskan.

’’Peningkatan terbesar dari para pemain, sekarang mereka mampu menjaga posisi. Itu bagus,’’ ungkap pria yang akrab disapa Coach Toro tersebut. ’’Awalnya, sulit untuk menyesuaikan karena kami punya problem dengan perbedaan bola dan ukuran berat badan. Tetapi, semakin hari mereka jadi mampu membaca apa yang terjadi di lapangan dan mulai mengecoh lawan,’’ lanjutnya.

Selama di Serbia, timnas sempat sparing dengan klub-klub divisi 1 setempat. Dari segi hasil, memang mereka masih lebih sering kalah. Coach Toro bilang, kekalahan tersebut lebih banyak dipengaruhi postur. Bukan teknik. Selain itu, selama di sana Kaleb dkk diajak untuk menyaksikan Euroleague alias Liga Basket Eropa.

’’Supaya kami kebuka wawasan basketnya. Di Indonesia sudah merasa paling jago, ternyata di Euroleague belum ada apa-apanya. Seumuran kami atau di bawah kami banyak yang lebih jago,’’ cerita Kaleb. ’’Ada beberapa sistem permainan yang bisa kami contoh eksekusinya. Biasanya kan Coach Toro kasih instruksi apa, tapi kami nggak ngerti. Setelah nonton, baru paham, ternyata gini,’’ tuturnya.

Di SEA Games nanti, Indonesia berada dalam grup B bersama Malaysia, Kamboja, dan Thailand. Timnas Negeri Gajah Putih jadi lawan terberat yang harus dihadapi selama fase grup. Mereka peraih perunggu edisi 2017. Indonesia pernah satu grup dengan timnas Thailand di fase grup Asian Games 2018 lalu. Hasilnya, Indonesia menang. Tapi, saat itu kita punya pemain naturalisasi Jamarr Andre Johnson.

Sekarang situasinya berbalik. Mereka kini lebih kuat. Thailand punya pemain naturalisasi asal AS, Tyler Lamb. ’’Kami akan coba. Kalau tanding lawan Thailand di awal akan susah. Tapi, tim ini tahu cara bermain,’’ kata Toro.

’’Lawan memang punya kualitas individu yang bagus dibandingkan kami. Hanya, chemistry tim ini lebih kuat. Tiga bulan sudah berlatih keras. Saya rasa kami bisa mengatasi Thailand,’’ yakin pelatih berusia 64 tahun itu.

Yang terpenting, kata Toro, adalah berusaha menjadi juara grup dulu supaya di babak semifinal tidak langsung bertemu dengan Filipina. Dengan begitu, kesempatan untuk melangkah ke babak final lebih besar. ’’Kalau ditanya soal medali, itu akan jadi tantangan besar buat kami yang main tanpa pemain asing,’’ kata Toro.

Soal strategi permainan, tidak ada yang hal spesifik yang disiapkan. Toro lebih menekankan untuk memperkuat defense lantaran skill para pemain Indonesia masih kalah. Kaleb dkk harus menggalang pertahanan yang solid supaya tidak gampang ditembus lawan.

---

SKUAD PUTRA

Andakara Prastawa Dhyaksa

Hardianus Lakudu

Reggie William Mononimbar

Abraham Damar Grahita

Avan Seputra

Mei Joni

Kaleb Ramot Gemilang

Laurentius Steven Oei

Vincent Rivaldi Kosasih

M. Reza Fahdani Guntara

Juan Laurent Kokodiputra

M. Hardian Wicaksono

Kevin Yonas Sitorus

PUTRI (belum resmi)

Henny Sutjiono

Husna Aulia Latifah

Priscilla Annabel Karen

Lea Kahol

Visca Dewi Syamsuri

Kadek Pratita Citta Dewi

Yuni Anggraeni

Annisa Widyarni

Clarita Antonio

Gabriel Sophia

Adelaide Calista Wongsohardjo

Dora Lovita

Agustin Gradita Retong

Kimberly Pierre-Louis

Wulan Ayuningrum

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore