
MotoGP SPEKTAKULER: Marc Marquez merayakan gelar juara dunianya yang kedelapan di podium GP Thailand, di Buriram, Thailand kemarin (6/10).
JawaPos.com– ’’Seperti yang saya bilang kemarin (Sabtu), saya ingin memenangi balapan besok (GP Thailand kemarin). Tak peduli dengan gelar juara dunia atau selisih poin dengan Dovi (Andrea Dovizioso, Ducati).’’ Begitu ucap Marc Marquez setelah memastikan gelar juara dunia kedelapan sepanjang karirnya.
Memang benar, Marquez yang hanya butuh keunggulan dua poin atas Dovi tetap membalap seakan-akan itu adalah balapan terakhirnya.
Tak ada yang berbeda dengan determinasi Marquez ketika bertarung di Buriram kemarin. Sama persis dengan ketika menaklukkan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha) di GP San Marino 15 September lalu. Pantaslah jika saat itu dia bertarung habis-habisan. Sebab, posisinya di puncak klasemen belum aman-aman betul.
Tetapi kemarin, Marquez tahu Dovi sudah jauh di belakangnya. Finis kedua saja sudah cukup baginya untuk menyegel gelar juara dunia MotoGP musim ini. Namun, Marquez memang tidak akrab dengan kekalahan. Jadilah GP Thailand kemarin menjadi klimaks terbaik baginya setelah dua insiden kecelakaan menimpa sepanjang akhir pekan.
’’Ini adalah musim terbaik saya di MotoGP,’’ sebutnya dilansir MotoGP. ’’Pada 2014, betul saya memenangi 13 balapan. Tetapi jujur, saat ini level persaingan antar pabrikan jauh lebih ketat,’’ ucapnya.
Pada musim keduanya di MotoGP tersebut, Marquez memenangi 13 balapan, 13 pole position, dan mencetak 12 kali fastest lap. Masih terbaik secara statistik sampai saat ini.
Tahun ini, Marquez memang tampil sangat konsisten. Dari 14 race yang mampu dia selesaikan, tak sekali pun rider 26 tahun tersebut finis di luar dua besar. Dia mengantongi sembilan kemenangan dan lima runner-up. Raihan hebat itu masih bisa bertambah karena tersisa empat seri musim ini.
Konsistensinya itu, papar Marquez, dipelajari dari pengalaman pahit musim 2015. Itu adalah satu-satunya musim dia gagal meraih gelar juara dunia MotoGP. Pada tahun itu, dia mengalami banyak insiden kecelakaan. ’’Terkadang kita butuh mundur selangkah untuk maju dua langkah. Saat itu saya menyadari bahwa kelemahan saya adalah konsistensi dan dari tahun ke tahun saya bekerja keras untuk memperbaikinya,’’ imbuhnya dilansir Motorsport.
Dengan delapan gelar di semua kelas, kini Marquez hanya tertinggal satu gelar oleh Valentino Rossi. Usianya masih 26 tahun. Dengan performa sesolid saat ini, rasanya tidak terlalu sulit untuk menyamai rekor salah satu rival terbesarnya tersebut.
Satu orang yang berpeluang menggagalkan cita-cita tersebut adalah Quartararo. Di Buriram kemarin, dia sekali lagi mampu menunjukkan potensi besarnya sebagai pesaing terkuat Marquez di musim depan. Setelah mesinnya ditambah power sama dengan motor pabrikan lainnya (tambahan 500 rpm), rider Prancis itu semakin melesat.
Tiga penunggang Yamaha lainnya sulit memburunya. Dan, dia adalah satu-satunya pembalap yang mampu memberikan perlawanan kepada Marquez.
’’Saya belum bisa merasakan pengaruh terbesarnya,’’ terang Quartararo tentang tambahan 500 rpm pada mesinnya dilansir Motorsport. ’’Tetapi, saya merasa ada sedikit tambahan tenaga saat melintasi trek lurus panjang. Sayang, Honda juga mengalami kemajuan pesat di trek lurus,’’ tambahnya.
Kekalahan di tikungan terakhir di GP Thailand, sekali lagi, memberinya pelajaran penting. Dengan tambahan jam terbang dan pengalaman, rider 21 tahun tersebut bakal sangat mengerikan musim depan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
