Ilustrasi panahan Indonesia. PP Perpani menyiapkan 16 atlet untuk berlaga di Asian Games 2023. (Antara)
JawaPos.com – Kontingen Indonesia untuk Asian Games (AG) 2022 masih tanda tanya.
Sampai saat ini, belum ada keputusan mengenai jumlah atlet dan cabang olahraga (cabor) yang akan dikirim ke Hangzhou, Tiongkok. Ajang multievent se-Asia tersebut sedianya berlangsung pada 23 September hingga 8 Oktober 2023.
Timnas bola basket putra Indonesia menjadi salah satu cabor yang belum mendapat kepastian. Sebab, tim yang dibesut oleh Milos Pejic itu gagal mendapatkan medali di SEA Games Kamboja 2023.
Padahal, prestasi di SEA Games menjadi salah satu dasar pertimbangan pemerintah dalam memberangkatkan kontingen ke Asian Games 2022.
Namun, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo mengatakan, hasil di SEA Games Kamboja 2023 bukan satu-satunya tolok ukur. Capaian cabor di penyelenggaraan Asian Games edisi sebelumnya ternyata juga masuk dalam pertimbangan.
’’Di Asian Games terakhir itu, kita (timnas basket) delapan besar, itu harus jadi tolok ukur juga,’’ kata Dito di kantor Kemenpora RI kemarin (31/7). ’’Dan ini kita dalam rangka melihat potensi ke depannya serta persiapan pelatnas juga,’’ ujarnya.
Pada Asian Games 2018 ketika Indonesia menjadi tuan rumah, timnas basket Indonesia mampu melewati fase penyisihan grup. Saat itu, Andakara Prastawa Dhyaksa dkk menjadi runner-up grup A. Timnas berhak mendampingi Korea Selatan lolos ke perempat final. Langkah Indonesia terhenti di delapan besar setelah takluk oleh Tiongkok.
Capaian itu pula yang membuat PP Perbasi yakin bahwa Indonesia Patriots –julukan timnas basket– juga akan dikirim ke Hangzhou. Sehingga nantinya basket punya dua tim di Asian Games 2022.
’’Tim putra insya Allah bertanding juga bersama tim putri. Karena di Asian Games terakhir, tim putra kita berada di delapan besar yang artinya qualified untuk masuk ke Asian Games 2022,’’ jelas Nirmala Dewi, Sekjen PP Perbasi, kepada Jawa Pos melalui pesan singkat.
Di sisi lain, terkait entry by name, Dito menyebut saat ini sudah ada. Indonesia disebut mendaftarkan hampir 600 nama dari 32 cabor. Jumlah itu masih akan dikaji lagi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
