
Lifter Indonesia Eko Yuli irawan saat mengikuti Men 61kg Angkat Besi Sea Games 2019 di Nino Aquino Stadium Filipina, kemarin, Senin (2/12/2019). Eko Yuli berhasil mendapatkan peringkat pertama emas.FOTO:Dipta Wahyu/Jawa Pos
JawaPos.com-Jadwal baru Olimpiade Tokyo 2020 membuat lega Indonesia. Dengan kepastian tanggal, Kemenpora bisa membuat perencanaan untuk setahun ke depan. Mereka bisa segera menentukan langkah, termasuk soal pelatnas.
’’Jadwal sudah ada. Sehingga saat mengajukan anggaran untuk 2021, kami bisa mencari dasar hukum. Seandainya ditanya Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Komisi X DPR RI,’’ tutur Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto kemarin.
Dalam waktu dekat, Kemenpora akan memanggil cabor untuk berkoordinasi masalah anggaran. Mereka sudah menggelontorkan dana sekitar Rp 86 miliar kepada sebelas cabor yang mengikuti kualifikasi Olimpiade. Sementara itu, National Olympic Committee (NOC) Indonesia disuntik dana Rp 75,3 miliar.
’’Untuk langkah ke depan, yang terpenting adalah koordinasi dengan cabor, terutama yang masih mengikuti kualifikasi. Tidak harus bertemu secara fisik. Secepatnya akan kami lakukan,’’ ujarnya.
Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menjelaskan, setelah tanggal event tersebut diketahui, masih ada kepastian yang dinanti. Yakni, kualifikasi. Hingga saat ini, IOC masih membahas masalah itu.
Komite Olimpiade Internasional itu hanya menegaskan, mereka yang sudah meraih tiket dijamin aman. Namun, belum diketahui nasib para atlet yang belum mendapatkan tiket.
’’Tapi, paling tidak, saat ini sudah ada titik tujuannya. Tinggal menunggu IOC konsultasi dengan federasi internasional cabor masing-masing. Karena ini kan keputusan bersama,’’ ungkap Okto, sapaan Raja Sapta Oktohari.
Di sisi lain, beberapa cabor berancang-ancang melanjutkan pelatnas. Salah satunya, angkat besi. PB PABBSI berencana memulai latihan terpusat pada pertengahan tahun ini.
’’Pokoknya, tahun ini pelatnas fokus ke Olimpiade. Tidak masalah (Olimpiade-nya ditunda). Tinggal menyusun program dengan maintenance yang lebih panjang,’’ kata manajer pelatnas angkat besi Alamsyah Wijaya. ’’Ketika mau masuk kompetisi, ada tahapan khusus,’’ imbuhnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
